Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) membantu pembangunan delapan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Papua Tengah guna mendukung penguatan ekonomi setempat.

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto di Nabire, Sabtu, mengatakan total target pembangunan KDMP di Papua Tengah sebanyak delapan unit yang tersebar di Kabupaten Nabire dan Mimika.

“Total target ada delapan KDMP, tujuh di Nabire dan satu di Mimika. Kami targetkan seluruhnya selesai pada akhir Juni 2026,” katanya.

Ia menjelaskan, satu unit KDMP di SP 2 Kalisemen, Distrik Nabire Barat, ditargetkan rampung lebih cepat pada akhir Mei 2026.

Menurutnya, pembangunan KDMP merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi desa, termasuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“KDMP ini nantinya menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, mulai dari toko, kantor hingga gudang, sehingga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui pembangunan di wilayah Papua Tengah menghadapi tantangan cukup tinggi, terutama terkait kondisi geografis dan distribusi material.

Material pembangunan, sebagian besar didatangkan dari Surabaya menggunakan jalur laut sehingga waktu pengiriman bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau cuaca bagus, pengiriman bisa dua kali dalam sebulan, tetapi kalau gelombang tinggi biasanya hanya sekali, sehingga berdampak pada waktu dan biaya pembangunan,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah pusat telah memberikan perhatian terhadap perbedaan harga material di Papua sehingga dilakukan penyesuaian anggaran.

Kepala Seksi Teritorial Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa menambahkan, Korem melalui satuan Kodim berperan dalam pembangunan fisik KDMP di lapangan.

“TNI membantu membangun fasilitas KDMP, mulai dari toko, kantor hingga gudang. Setelah selesai, bangunan akan diserahkan kembali kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk dikelola,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah titik pembangunan KDMP di Nabire antara lain berada di Legari, Wanggar, SP 1, dan SP 2.

Selain itu, pihaknya juga siap memfasilitasi pembangunan KDMP di desa lain dengan syarat memiliki lahan minimal 600 meter persegi serta jumlah penduduk sedikitnya 500 jiwa.

“Jumlah penduduk menjadi pertimbangan agar keberadaan KDMP benar-benar dimanfaatkan dan tidak sia-sia,” katanya.

Ia berharap pembangunan KDMP dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.

Pewarta: Ali Nur Ichsan

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026