Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya mendapatkan tujuh sapi kurban bantuan Presiden Prabowo untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 setelah melalui proses seleksi yang dilakukan sejak bulan lalu.
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi Papua Barat Daya Firdiana Krisnaningsih di Sorong, Selasa, mengatakan sapi bantuan presiden dipilih berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
“Untuk bantuan presiden itu sudah dari bulan lalu kami melakukan seleksi dan mendapatkan sapi yang memenuhi kriteria,” katanya.
Ia menjelaskan kriteria utama sapi bantuan presiden yakni memiliki bobot minimal mendekati satu ton atau menjadi sapi dengan bobot terbesar di daerah asalnya.
Menurut dia, apabila di suatu daerah tidak terdapat sapi dengan berat satu ton, maka sapi dengan bobot terbesar di wilayah tersebut tetap dapat dipilih sebagai sapi bantuan presiden.
Selain itu sapi yang dipilih diutamakan berasal dari daerah setempat dan bukan sapi yang baru didatangkan dari luar daerah. “Diutamakan sapi lokal yang memang sudah dibudidayakan di daerah itu,” ujarnya.
Ia mengatakan jenis sapi yang lolos seleksi di Papua Barat Daya didominasi Sapi Limosin dan Simental dengan bobot di atas 800 kilogram.
Dari tujuh sapi bantuan presiden tersebut, enam sapi berasal dari kabupaten/ kota di Papua Barat Daya, sementara satu sapi merupakan alokasi tingkat provinsi.
“Untuk Papua Barat Daya sendiri kemarin kita sudah dapat sapi-sapi di atas bobot 800 kilogram,” katanya.
Firdiana mengakui jumlah peternak yang memelihara sapi berukuran besar di Papua Barat Daya mulai berkurang akibat kendala ketersediaan pakan. “Masalah pakan itu menjadi masalah utama,” ujarnya.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026