Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Mimika, Papua Tengah mengakui bahwa upaya pengelolaan sampah melalui kios sampah di wilayah itu belum berjalan secara optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika Jefri Deda di Timika, Selasa, mengatakan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan kios sampah dengan menjual sampah masih sangat rendah.

"Belum ada orang yang tertarik membawa sampah ke kios sampah untuk ditukar dengan sembako, di setiap kelurahan ini ada petugas kios sampah tetapi tidak ada ketertarikan masyarakat untuk membawa sampah untuk di timbang," ujarnya.

Ia mengatakan, sosialisasi pemanfaatan kios sampah juga telah dilakukan namun ketertarikan warga masih sangat rendah.

"Akhirnya sembako yang kami sediakan di kios-kios sampah untuk di tukar dengan sampah banyak yang sudah kadaluarsa," ujarnya.

Ia menyebut pada tahun 2025 DLH Mimika telah membentuk 22 kios sampah yang tersebar di wilayah Distrik Wania, Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana dan Distrik Kwamki Narama.

Ia mengajak seluruh warga Mimika agar memanfaatkan kios sampah yang ada di lingkungannya masing-masing sebagai upaya mendukung pemerintah dalam pengelolaan dan penanganan sampah di Mimika.

Selain kios sampah, DLH Mimika juga mendorong penanganan pengurangan volume sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Distrik Iwaka.

"Kami terus melakukan upaya pengurangan. Kami mengajak masyarakat memilah sampahnya,sampah plastik kami ambil lalu kami bawa ke Pusat Daur Ulang (PDU) untuk diolah sementara sampah organik kami olah menjadi kompos. Sehingga jumlah sampah yang dibuang di TPA volumenya sudah berkurang," ujarnya.

Saat ini produksi sampah di Mimika mencapai 90 ton per hari, dari jumlah itu 80 persen merupakan sampah plastik.

Pewarta: Marselinus Nara

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2026