PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari, Papua Barat, terus memperluas pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebagai langkah memperkuat layanan kelistrikan.
Manajer PLN UP3 Manokwari Arvy Tryudha di Manokwari, Rabu, mengatakan perusahaan kini memprioritaskan pengembangan EBT dibandingkan membangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), karena penggunaan energi terbarukan lebih ramah lingkungan dan mendukung target transisi energi nasional.
"Fokus PLN saat ini adalah pembangunan EBT dan tidak lagi membangun PLTD. Pembangkit EBT lebih bersih, hanya saja kapasitas listrik yang dihasilkan memang relatif kecil," ujar Arvy.
Ia menjelaskan pengembangan pembangkit EBT yang sedang berjalan mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
Manokwari kini memiliki satu PLTMH berkapasitas besar di Distrik Prafi yang masuk dalam sistem kelistrikan utama Manokwari.
Selain itu, PLN juga membangun PLTMH baru di Kabupaten Pegunungan Arfak yang diperuntukkan sebagai layanan listrik desa (lisdes).
"Pembangkit EBT ini dibangun untuk memperluas layanan listrik desa, namun beberapa juga telah terintegrasi ke sistem utama," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini ada 22 layanan listrik desa (lisdes) yang mencakup sekitar 90 persen kebutuhan kelistrikan desa-desa dalam wilayah kerja PLN UP3 Manokwari.
Meski sebagian ada yang menggunakan PLTD, namun sejumlah wilayah sudah memanfaatkan pembangkit EBT, seperti PLTS Mansinam dan Pulau Lemon di Manokwari, serta beberapa PLTS di Kabupaten Teluk Wondama.
Arvy menambahkan dalam pembangunan infrastruktur listrik desa, PLN memiliki unit khusus yaitu Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) yang bertugas memperluas elektrifikasi dan membangun lisdes baru.
"UP2K fokus meningkatkan elektrifikasi desa agar semakin banyak wilayah yang terjangkau listrik," katanya.
Ia berharap peningkatan pembangunan pembangkit EBT dapat memperkuat keandalan listrik Manokwari sekaligus mendukung pemerataan pembangunan energi bersih di Papua Barat.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2025