Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu Kota Sorong memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 untuk pengadaan peralatan kesehatan dan kedokteran dengan total Rp8,3 miliar guna meningkatkan mutu layanan dan memperkuat sistem rujukan kesehatan.

Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong drg Susi Petronela Jitmau di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis, mengatakan alokasi anggaran tersebut difokuskan pada pemenuhan sarana prasarana penunjang pelayanan medis, termasuk pengoperasian Gedung Keris yang telah diresmikan Wali Kota Sorong Septinus Lobat pada Rabu (11/2).

Melalui DAK 2025, pihaknya melakukan pengadaan tempat tidur untuk kelas rawat inap standar berjumlah 64 set dengan anggaran Rp3.013.000.000.

"Tempat tidur ini akan digunakan secara keseluruhan di Gedung Keris," ujarnya.

Selain itu, RSUD Sele Be Solu memperoleh pengadaan alat laboratorium patologi anatomi untuk mendukung Program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dengan nilai bantuan dari Kementerian Kesehatan Rp1.987.000.000.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui pengadaan alat kesehatan pengelolaan darah guna meningkatkan status Unit Pengelola Darah (UPD)
RSUD Sele Be Solu dari pratama menjadi madya dengan anggaran Rp3.349.830.064.

"Selain itu, rumah sakit juga mendapatkan pengadaan alat penunjang kesehatan berupa dua unit IPS. Satu unit akan ditempatkan di Unit Transfusi Darah dan satu unit lainnya di ruang perawatan," ujarnya.

Perangkat ini, kata dia,  sebagai penyedia daya cadangan sementara saat terjadi pemadaman listrik, sekaligus menstabilkan tegangan dan melindungi perangkat elektronik, seperti komputer, dari kerusakan serta mencegah kehilangan data.

Dia menjelaskan pengadaan berbagai peralatan tersebut bagian dari komitmen RSUD Sele Be Solu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya, sekaligus memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan di wilayah Papua Barat Daya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2026