Sorong (ANTARA) - RSUD Sele Be Solu Kota Sorong menghadirkan gedung kelas rawat inap standar (KRIS) berkapasitas 64 tempat tidur sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan, yang mewajibkan rumah sakit menyesuaikan standar ruang perawatan bagi peserta BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Susi Petronela Jitmau di Sorong, Rabu, menjelaskan pembangunan gedung KRIS tersebut didanai melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang kesehatan tahun anggaran 2025, dan menjadi salah satu prioritas peningkatan mutu layanan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
“Implementasi KRIS mengharuskan rumah sakit menyediakan ruang rawat inap dengan 12 kriteria standar, termasuk pembatasan maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan untuk menjamin layanan medis dan nonmedis yang setara,” ujarnya.
Ia menambahkan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, rumah sakit pemerintah diwajibkan memiliki minimal 60 persen tempat tidur berstandar KRIS dari total kapasitas yang tersedia.
"Dengan pembangunan gedung baru tersebut, RSUD Sele Be Solu menambah 64 tempat tidur standar guna memenuhi ketentuan tersebut," ujarnya.
Dia mengatakan awalnya pembangunan gedung KRIS dirancang tiga lantai, namun pada tahap pertama baru terealisasi dua lantai, karena keterbatasan anggaran.
"Lantai satu dan dua masing-masing menampung 32 tempat tidur, dengan luas bangunan keseluruhan 1.140 meter persegi dan nilai anggaran sebesar Rp11,875 miliar," bebernya.
Menurut dia, penerapan KRIS juga menandai penyesuaian sistem kelas rawat inap yang sebelumnya terbagi dalam kelas 1, 2, dan 3 menjadi kelas rawat inap standar dengan fasilitas yang lebih merata.
“Tujuan implementasi KRIS adalah meningkatkan mutu pelayanan, memperluas akses kesehatan, dan memperkuat keberlanjutan jaminan sosial kesehatan,” katanya.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat memberikan apresiasi kepada manajemen RSUD Sele Be Solu yang telah menghadirkan fasilitas kesehatan memadai untuk menunjang kebutuhan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
"Kami memberikan apresiasi kepada manajemen RSUD Sele Be Solu yang telah menghadirkan fasilitas kesehatan memadai untuk menunjang kebutuhan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya setelah meresmikan Gedung Kris di RSUD Sele Be Solu.
Ia menilai keberadaan fasilitas baru, termasuk ruang rawat inap standar dan berbagai gedung penunjang layanan medis, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjawab tantangan kebutuhan kesehatan di Kota Sorong dan sekitarnya.
Pemerintah Kota Sorong, kata dia, akan terus mendukung penguatan layanan kesehatan, baik melalui peningkatan infrastruktur, pemenuhan alat kesehatan maupun dukungan terhadap tenaga medis.
Septinus berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat diimbangi dengan pelayanan yang profesional, humanis dan berorientasi pada keselamatan pasien, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah semakin meningkat.
