Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa wilayah setempat, bertepatan dengan Ramadhan 1447 Hijirah bagi umat Islam dan Hari Raya Paskah bagi umat Kristen di daerah itu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga mengatakan program itu sudah dilaksanakan di beberapa wilayah di Mimika, yakni di Gedung Eme Neme Yauware Kota Timika dan Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.
"Tanggal 5 Maret ini kita laksanakan di Masjid Babussalam, terus berlanjut di SP 4 Timika, dan terakhir di Gereja Katolik SP 3," kata dia.
Ia menjelaskan GPM merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di Mimika program ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan.
"Biasanya kami laksanakan sebulan itu dua kali, tapi karena ini dalam rangka hari raya besar keagamaan maka kami tambah tiga kali," kata dia.
Ia merinci kebutuhan pokok yang dijual pada GPM meliputi beras, tepung, minyak goreng, gula, kopi, telur ayam, umbi-umbian, serta sayur-sayuran.
"Kalau telur dan sayur-sayuran kami beli dari para peternak dan juga petani lokal binaan Dinas Peternakan dan juga Dinas Pertanian Mimika. Para petani punya hasil sayur-sayuran dan juga telur lokal ini setelah panen mereka bawa ke kami dan kami beli dengan harga normal. Untuk biaya transportasi petani yang datang jual hasilnya ke kami itu kami subsidi," kata dia.
Ia mengatakan program GPM di Mimika membawa keuntungan bagi petani dan peternak lokal.
Ia menjelaskan hasil pertanian dan peternakan yang dibeli kemudian akan dipasarkan kepada masyarakat melalui GPM dengan harga yang disubsidi oleh pemerintah.
"Ini intervensi pemerintah untuk membantu peternak, petani dan konsumen. Jadi ada dua manfaat, petani juga dapat manfaat, konsumen juga mendapatkan manfaat. Subsidinya juga ada dua, subsidi transportasi untuk petani dan subsidi harga untuk konsumen," kata Yulius.
Ia mengatakan program ini membantu para petani lokal dalam memasarkan hasil pertanian.
Petani, kata dia, merasa hasil pertanian terjual karena pemerintah menyediakan pasar dengan membeli seluruh hasil pertanian.
Program ini juga salah satu upaya pemerintah menghidupkan petani lokal, menstabilkan harga pangan pokok, menekan inflasi, mendorong daya beli masyarakat, serta membantu warga yang kekurangan karena bisa membeli pangan dengan harga murah.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2026