Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bantu dua unit bus sekolah gratis untuk mengangkut mahasiswa di wilayah Kota Sorong dan Kabupaten Sorong sebagai bagian penting untuk mendukung kualitas pendidikan di wilayah itu.

Gubernur Elisa Kambu, di Sorong, Senin, menjelaskan bantuan bus sekolah gratis ini untuk melancarkan proses aktivitas peserta didik menuju ke kampus yang ada di kota dan kabupaten tanpa memikirkan ongkos transportasi.

"Ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah bagaimana menghadirkan layanan pendidikan yang baik dan maksimal kepada anak didik," jelasnya usai memimpin upacara HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin.

Sumber dana penyediaan layanan bus gratis bagi anak sekolah ini berasal dari dana Otonomi Khusus (Otsus) senilai Rp1,620 miliar.

"Kita harapkan dengan adanya kebijakan bantuan ini, pendidikan di Papua Barat Daya bisa lebih baik ke depan," harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya, Viktor Salossa mengatakan bantuan bus operasional ini terkait dengan kewenangan provinsi hanya mengurusi perguruan tinggi dan sekolah luar biasa (SLB) sehingga peruntukan mobil ini hanya untuk melayani mahasiswa.

"Rute operasionalnya, satu unit mobil akan beroperasi mulai dari Saoka atau Tanjung Kasuari untuk mengangkut mahasiswa yang kuliah ke kota atau kabupaten. Kemudian satunya lagi mulai beroperasi dari kabupaten," bebernya.

Dia mengatakan, kapasitas setiap unit mobil angkutan mahasiswa 20 kursi dengan rute pelayanan pulang pergi untuk mengangkut mahasiswa dan diantar ke setiap kampus baik di Kabupaten Sorong maupun Kota Sorong.

"Dua bus ini dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya. Mulai dari gaji sopir, BBM dan pemeliharaan mobil ditanggung Dinas Perhubungan," katanya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2025