Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Papua Barat mencatat sebanyak 5.914 anak usia sekolah telah terlayani program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari total sasaran 8.537 anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marthen Rantetampang di Manokwari, Senin, mengatakan layanan CKG bagi anak sekolah menyasar kelompok usia 7–18 tahun sebagai bagian dari upaya deteksi kondisi kesehatan sejak usia dini.

“Dari sasaran 8.537 anak sekolah di Manokwari, sebanyak 5.914 anak atau 70 persen sudah terlayani CKG. Capaian ini terus kami tingkatkan melalui berbagai strategi di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengejar capaian layanan CKG di lingkungan sekolah, Dinas Kesehatan Manokwari terus menggencarkan promosi dan sosialisasi.

Pihaknya juga menerapkan pola jemput bola dengan memperbanyak layanan di luar fasilitas kesehatan, terutama melalui puskesmas.

Ia mengatakan, pelaksanaan CKG di sekolah dilakukan dengan koordinasi antara pihak sekolah dan petugas kesehatan.

Jika terdapat kegiatan di sekolah, guru akan menginformasikan kepada puskesmas terdekat agar petugas dapat langsung melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa.

Selain menyasar anak sekolah, Dinkes Manokwari juga melaksanakan CKG bagi masyarakat umum. Namun dari total jumlah penduduk Kabupaten Manokwari sekitar 204 ribu jiwa, baru sekitar 10 ribu warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

“Untuk masyarakat umum, kami menjangkau kelompok-kelompok masyarakat di ruang publik, seperti kegiatan di gereja, masjid, dan lokasi keramaian lainnya,” ujarnya.

Marthen mengatakan, tantangan utama pelaksanaan CKG di Manokwari masih berkutat pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan saat dalam kondisi sehat.

Sebagian masyarakat masih beranggapan mendatangi fasilitas kesehatan hanya perlu dilakukan ketika sudah merasakan gejala sakit.

Padahal, kata dia, CKG merupakan hak setiap warga negara yang difasilitasi negara untuk melakukan deteksi dini penyakit setidaknya satu kali dalam setahun, sehingga potensi penyakit dapat diketahui lebih awal meskipun belum menimbulkan gejala.

Selain faktor kesadaran masyarakat, pelaksanaan CKG juga terkendala ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP). Sejumlah BMHP yang diusulkan sejak tahun lalu hingga kini belum seluruhnya diterima dari Kementerian Kesehatan.

“Programnya ada, tenaga kesehatan juga siap, tetapi jika sarana prasarana seperti BMHP tidak tersedia tepat waktu, pelaksanaannya menjadi tidak maksimal,” ujarnya.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: CKG di Manokwari sudah menjangkau 5.914 anak sekolah

Pewarta: Ali Nur Ichsan

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2026