Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Papua Tengah, memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Selasa, mengatakan Program MBG direncanakan kembali beroperasi pada 30 Maret 2026 menyesuaikan libur sekolah yang ditetapkan pemerintah.
“Selama libur sekolah ini kami gunakan untuk evaluasi total untuk pembenahan sistem pelayanan dan distribusi, supaya saat MBG kembali berjalan tidak ada lagi masalah dalam penyalurannya,” ujar Marsel.
Ia menjelaskan evaluasi dilakukan bersama seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra, yayasan, ahli gizi, hingga tenaga akuntan, guna memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar.
Saat ini ada 12 SPPG yang aktif untuk melayani sekolah-sekolah yang ada di Nabire.
Langkah tersebut dilakukan menyusul insiden dugaan keracunan yang terjadi pada 13 Maret 2026 terhadap penerima manfaat MBG dari SPPG Lani, dimana sejumlah siswa mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan.
Menurut dia, distribusi menjadi fokus utama evaluasi agar makanan dapat diterima tepat waktu dan tetap dalam kondisi layak konsumsi.
“Kami seragamkan jadwal penyaluran, sehingga pukul 09.00 anak-anak sudah bisa mengonsumsi MBG. Jangan sampai ada yang menerima pukul 10.00 atau bahkan 11.00 karena berisiko makanan basi,” katanya.
Ia menambahkan keterlambatan distribusi berpotensi menyebabkan makanan dibawa pulang oleh siswa dan tidak langsung dikonsumsi, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
BGN juga menekankan agar pengantaran makanan oleh SPPG tidak melewati pukul 11.00, mengingat semakin lama waktu distribusi maka potensi penurunan kualitas makanan semakin besar.
Meski demikian Marsel mengakui terdapat tantangan di lapangan, seperti keterbatasan armada, jarak tempuh maksimal 6 kilometer, serta banyaknya sekolah yang dilayani oleh satu SPPG.
“Sesuai SOP, satu SPPG maksimal menggunakan dua kendaraan. Namun jika diperlukan penambahan armada, akan kami diskusikan dengan pimpinan,” ujarnya.
Selain itu selama masa libur sekolah, kata, seluruh petugas SPPG tetap diwajibkan masuk kerja untuk melakukan pembersihan dapur dan lingkungan kerja guna menjaga standar higienitas.
“Petugas tetap bekerja agar kebersihan dapur terjaga dan mereka tetap menerima hak gaji sesuai ketentuan,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN Nabire manfaatkan libur sekolah evaluasi MBG
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.