Kepolisian Daerah Papua Tengah menyiagakan sebanyak 720 personel untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pada periode Ramadhan hingga pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolda Papua Barat Jermias Rontini di Nabire, Selasa, mengatakan kekuatan pengamanan tersebut juga akan diperkuat sekitar 100 personel dari TNI serta instansi pemangku kepentingan dari pemerintah daerah.
“Untuk melakukan pengamanan Ramadhan, Polda Papua Tengah melaksanakan pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026 dari tanggal 13-25 Maret 2026,” kata Rontini saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah.
Ia menjelaskan, aparat keamanan juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan yang akan disiagakan selama pelaksanaan operasi tersebut.
Tercatat terdapat 13 Pos Pengamanan, 10 Pos Pelayanan, dan delapan Pos Terpadu yang akan beroperasi untuk memberikan pelayanan sekaligus pengamanan bagi masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
Selain itu, aparat turut memetakan sebanyak 179 objek pengamanan yang menjadi fokus perhatian selama operasi berlangsung.
Objek tersebut meliputi tempat ibadah, pusat keramaian, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, hingga jalur transportasi yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan pihak kepolisian juga mempelajari data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Noken dalam dua tahun terakhir guna memperkuat langkah antisipatif, terutama pada jalur transportasi yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Selain pengamanan, Polri juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi layanan publik, salah satunya Call Center Polri 110.
Melalui layanan tersebut masyarakat dapat melaporkan berbagai kejadian darurat, mulai dari tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, hingga permintaan bantuan kepolisian secara cepat dan responsif.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengatakan perayaan Idul Fitri setiap tahun berdampak pada peningkatan aktivitas masyarakat baik di sektor ekonomi maupun keamanan.
“Kondisi ini membutuhkan kesiapsiagaan dari seluruh pihak agar perayaan hari besar keagamaan dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman di Papua Tengah,” ujarnya.
Menurut dia, melalui Operasi Ketupat Noken 2026 seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ia berharap melalui rapat koordinasi lintas sektoral tersebut kesiapan personel dapat semakin ditingkatkan sehingga upaya pengamanan tidak hanya bersifat preventif tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pihak memiliki komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat persatuan,” katanya.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2026