Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sedang memproses pembukaan lokasi transmigrasi baru di Kampung Saray, Distrik Sidey sebagai bagian dari perluasan program transmigrasi di daerah itu.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Manokwari Jolanda Herlani Kwa, di Manokwari, Jumat, mengatakan wilayah Manokwari masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan kawasan transmigrasi karena didukung potensi sektor pertanian dan perkebunan.
“Transmigrasi di Manokwari masih bisa berkembang. Saat ini kita hanya punya satu kawasan yaitu Kawasan Transmigrasi Prafi, namun peluang pengembangan masih terbuka,” katanya.
Ia mengatakan, sebagai langkah awal pembukaan lokasi transmigrasi baru, Disnakertrans melalui Bidang Perencanaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi tengah menyusun dokumen teknis untuk pengembangan lahan transmigrasi di Kampung Saray.
Penyusunan dokumen tersebut membutuhkan waktu panjang karena harus melalui proses paparan hingga tingkat kementerian.
“Saat ini kami masih melengkapi dokumen dan itu butuh waktu cukup lama, sebab nantinya harus diekspos di Kementerian Transmigrasi,” ujarnya.
Untuk memastikan kesesuaian lokasi, pemerintah daerah juga menggandeng Universitas Papua (Unipa) melakukan survei dan kajian lapangan sebagai bagian dari proses penetapan calon kawasan transmigrasi.
“Beberapa komoditas unggulan seperti kelapa sawit, palawija, dan padi merupakan basis penguatan ekonomi transmigran di Kabupaten Manokwari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan transmigrasi di Manokwari hanya satu yaitu Kawasan Transmigrasi Prafi, namun kawasan tersebut mencakup beberapa distrik yang disebut dataran Warpramasi (Distrik Warmare, Prafi, Masni, dan Sidey) hingga wilayah Manokwari Utara.
“Distrik Sidey kita nilai memiliki daya dukung memadai untuk pengembangan lokasi transmigrasi,” ujarnya.
Di tengah proses penyusunan dokumen, Jolanda menyambut baik kedatangan tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang melakukan peninjauan langsung ke Manokwari.
Selama tiga bulan, sejak 1 September hingga 1 Desember 2025 tim tersebut bertugas melakukan riset, pemetaan potensi wilayah, serta identifikasi hambatan di lokasi transmigrasi di berbagai daerah Indonesia.
“Kedatangan tim ekspedisi ini menjadi titik cerah bagi Manokwari. Mereka datang bukan hanya melihat potensi, tapi juga menilai tantangan yang mungkin muncul jika kawasan baru dibuka,” katanya.
Menurut dia, hasil survei tim ekspedisi akan menjadi bahan rekomendasi penting bagi kementerian untuk menentukan kelayakan pembukaan kawasan transmigrasi baru di Manokwari.
“Semoga masukan dari Tim Ekspedisi Patriot dapat memperkuat usulan kita sehingga prosesnya bisa dilanjutkan kementerian sampai terwujudnya kawasan transmigrasi baru,” ujar Jolanda.
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Tengah 2025