Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama para mitra pembangunan mematangkan persiapan pelaksanaan dua kegiatan berskala internasional berbasis alam yang akan berlangsung di Manokwari pada 9-14 Februari 2026.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat Charlie Danny Heatubun di Manokwari, Rabu, mengatakan kegiatan itu, Flora Malesiana Symposium ke-12 dan International Nature-Based Climate Solutions Conference.
“Manokwari, Papua Barat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dua event internasional,” katanya.
Ia menjelaskan Flora Malesiana Symposium merupakan forum ilmiah internasional yang membahas secara detail penelitian, dokumentasi, dan pelestarian terhadap keanekaragaman tumbuhan di kawasan Malesia.
Sebanyak tujuh negara di kawasan Malesia atau yang lebih dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia, yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, Brunai Darussalam, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
"Tentu saja dalam forum itu akan ada laporan terbaru yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Ia mengatakan International Nature-Based Climate Solutions Conference akan membahas solusi penanganan perubahan iklim dengan memanfaatkan alam secara berkelanjutan.
Tujuan konferensi, antara lain membahas riset terbaru sebagai langkah mitigasi perubahan iklim berbasis alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Selain itu, mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi lingkungan untuk membahas riset terbaru solusi iklim berbasis alam.
"Adaptasi dan pengendalian dalam perubahan iklim itu sangat diperlukan,” ucap Charlie.
Dia mengatakan panitia juga sedang menyiapkan sejumlah kegiatan tambahan, antara lain Papua Biocultural and Climate, pemutaran film bertema lingkungan dan konservasi, pameran foto, serta lokakarya jurnalisme lingkungan.
Seluruh sesi kegiatan nantinya dirangkum dalam bentuk rekomendasi untuk diserahkan kepada pemerintah daerah, sebagai acuan dalam menyusun program pembangunan pada masa mendatang.
“Kami targetkan jumlah peserta baik dari dalam maupun luar negeri kurang lebih sebanyak 250-300 orang,” kata dia.
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Otto Parorongan berharap, penyelenggaraan kegiatan internasional dapat menghasilkan rekomendasi guna mendukung percepatan pembangunan.
Penyusunan konsep seluruh sesi kegiatan harus dilakukan secara maksimal, termasuk mendata seluruh akomodasi untuk peserta maupun tamu undangan yang berasal dari dalam dan luar negeri.
“Ini event besar jadi perlu persiapan yang matang supaya ada hasil yang mengesankan bagi setiap peserta,” ucap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Papua Barat matangkan persiapan pelaksanaan dua kegiatan internasional
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026