Kapolres AKBP Hari Susanto di Wasior, Rabu, mengatakan simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiagaan personel Polres Teluk Wondama melakukan antisipasi berbagai bentuk serangan ataupun ancaman fisik terhadap markas polres.
"Situasi setiap saat bisa berubah, dengan adanya simulasi ini diharapkan personel Polres Teluk Wondama tanggap dan mampu mengamankan mako dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi," ujarnya.
Dalam simulasi digunakan skenario adanya sekelompok masyarakat yang melakukan unjuk rasa di depan Mako Polres Teluk Wondama.
Mereka tidak terima salah seorang keluarga mereka diamankan di Polres Teluk Wondama lantaran mabuk dan membuat keributan di jalan hingga membahayakan pengguna jalan.
Para pendemo yang mulai anarkis kemudian memaksa menerobos penjagaan untuk masuk ke dalam Mapolres.
Personel Polres yang berpakaian dinas dan berpakaian sipil kemudian melakukan pengamanan terhadap Mako Polres Teluk Wondama.
Tim negosiator juga diturunkan untuk bernegosiasi dengan para pengunjuk rasa serta menenangkan massa hingga akhirnya situasi dapat terkendali dan massa akhirnya bubar.
Kapolres menjelaskan, Sispam Mako dilakukan dengan mengacu pada Prosedur Tetap Sistem Pengamanan Markas Komando.
"Seluruh personel dilatih melakukan berbagai prosedur pengamanan mulai dari pemeriksaan tamu dan kendaraan hingga penanganan serangan fisik," ujarnya.
Pewarta: Zack Tonu BEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.