Timika (ANTARA) - Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr Bernardus Bofitwos Baru OSA meminta keluarga besar Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memberi perhatian serius dalam hal pendidikan generasi muda.
Saat meresmikan gedung Gereja Santo Stefanus di Kampung Aikawapuka, Distrik Mimika Tengah, sekaligus memberikan sakramen krisma bagi 400 pemuda-pemudi Aikawapuka, Selasa, Uskup Baru menyebut generasi muda setempat merupakan masa depan gereja, masa depan bangsa, dan masa depan Tanah Papua.
Karena itu Uskup Baru berpesan agar generasi muda Aikawapuka tidak boleh terlibat atau melibatkan diri pada hal-hal yang dapat merugikan dan merusak masa depan mereka seperti mabuk-mabukan alkohol, pergaulan bebas dan hal-hal negatif lainnya.
"Anak-anak muda merupakan aset gereja, mesti dijaga dan dibimbing dengan baik. Para orang tua dan keluarga memiliki peran sangat penting dalam membimbing dan membentuk karakter anak. Orang tua terus memberikan nasihat dan motivasi kepada anak untuk bisa sukses," pinta Uskup Baru yang ditahbiskan menjadi Uskup Timika pada bulan Mei 2025 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.
Menyikapi makin menurunnya kualitas pendidikan anak-anak asli Mimika terutama dari kalangan Suku Kamoro, Keuskupan Timika berencana menggelar lokakarya pendidikan.
Menurut Uskup Baru, dalam lokakarya tersebut akan digali semua persoalan terkait dunia pendidikan di Mimika, terutama melalui Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Keuskupan Timika, lalu dibuat kebijakan-kebijakan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak-anak asli Papua.
Guna meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak asli Papua, Keuskupan Timika akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dan pemangku kepentingan lainnya.
"Supaya anak-anak Suku Kamoro yang pintar-pintar bisa kita kirim belajar di luar daerah, sehingga nanti mereka akan kembali menjadi pemimpin yang hebat di negerinya sendiri," tuturnya.
Dalam kesempatan itu Uskup Baru menekankan gedung gereja megah yang kini hadir di Kampung Aikawapuka tidak hanya dijadikan tempat berdoa dan memuji Tuhan, namun juga sebagai tempat untuk bergumul menemukan masa depan bagi masyarakat setempat.
Wilayah Aikawapuka dan sekitarnya rencananya akan dimekarkan menjadi wilayah dekenat tersendiri dari Dekenat Mimika yang berpusat di Kota Timika.
Setelah itu Keuskupan Timika juga akan memekarkan Paroki Maria Bintang Laut Kokonao menjadi tiga paroki baru agar pelayanan umat, termasuk di bidang pendidikan generasi muda di kampung-kampung pesisir barat Mimika bisa lebih terorganisir lebih baik lagi.
Ketua panitia pembangunan Gereja Katolik Santo Stefanus Aikawapuka Dominikus Mitoro menyebut total anggaran pembangunan gedung gereja baru senilai Rp3,2 miliar merupakan sumbangan dari Pemkab Mimika dan YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI.
Kepala Distrik Mimika Tengah Thobias Baka berharap dengan diresmikannya gedung gereja baru maka masyarakat Aikawapuka lebih giat dan tekun dalam membangun kehidupan spiritualitas mereka.
Harapan serupa dikemukakan Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka. "Dengan dibangunnya gedung gereja ini, kami berharap iman umat Katolik Kampung Aikawapuka terus bertumbuh yang diwujud-nyatakan melalui kasih dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari," kata Leonardus.
Kehadiran Uskup Baru di Aikawapuka disambut antusias oleh ribuan umat Katolik yang hadir, tidak saja dari Kampung Aikawapuka, juga dari kampung-kampung sekitar seperti Timika Pantai, Keakwa dan Atuka.
