Nabire (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Nabire, Papua Tengah memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman hingga perayaan Lebaran yang jatuh pada Maret 2026.
Kepala Bulog Cabang Nabire Abdul Azis di Nabire, Selasa, mengatakan saat ini stok beras yang tersedia di gudang Bulog Nabire mencapai sekitar 1.180 ton dan masih ditambah dengan 625 ton beras yang sedang dalam proses pengiriman.
“Stok yang ada masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga sampai empat bulan ke depan,” kata Abdul Azis.
Ia menjelaskan, stok beras Bulog Nabire digunakan untuk melayani kebutuhan lima kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deyai, dan Intan Jaya.
Stok beras tersebut digunakan untuk penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta kebutuhan beras aparatur sipil negara (ASN), termasuk TNI dan Polri.
Untuk penyaluran beras SPHP, Bulog Nabire rata-rata membutuhkan sekitar 200 ton per bulan. Sementara itu, kebutuhan beras ASN biasanya mencapai sekitar 500 ton per bulan.
Namun, sejak Januari 2026 kebutuhan beras ASN belum mencapai angka tersebut karena pelayanan baru diberikan kepada ASN vertikal serta TNI-Polri.
Adapun ASN otonom, baik pemerintah kabupaten dan provinsi masih dalam proses pengurusan kontrak pengangkutan dengan pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
“Pada Januari ini kami baru melayani ASN vertikal dan TNI-Polri, sedangkan ASN otonom belum kami layani,” ujarnya.
Abdul Azis menambahkan, Bulog Cabang Nabire mengakomodasi kebutuhan stok dengan menghitung rata-rata penyaluran bulanan agar ketersediaan beras tetap terjaga dan siap untuk minimal tiga bulan ke depan.
Untuk kebutuhan sepanjang 2026, Bulog Nabire memperkirakan memerlukan sedikitnya 14.000 ton beras dari Januari hingga Desember. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai dengan perkembangan permintaan di lapangan.
