Sorong (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyalurkan bantuan sebanyak 78 unit kotak pendingin kepada nelayan Orang Asli Papua (OAP) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat asli dan peningkatan ekonomi keluarga nelayan pesisir.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Sorong, Jumat, mengatakan bantuan kotak pendingin tujuannya adalah membantu dan meringankan nelayan OAP dalam menyimpan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga dan bernilai jual lebih tinggi.
“Bantuan ini memang terbatas, tetapi kami berharap fasilitas yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi keluarga," ujar Elisa Kambu usai menyerahkan bantuan kotak pendingin kepada nelayan OAP di Jembatan Puri Kota Sorong.
Selama ini, menurut dia, nelayan kesulitan penampungan, sehingga ikan cepat rusak sehingga berpotensi tidak bisa dijual. "Dengan kotak pendingin, ikan bisa tetap segar saat dijual".
Ia mengatakan bantuan tersebut bukan untuk menyelesaikan seluruh persoalan nelayan, melainkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya untuk menekan biaya produksi.
“Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga nelayan,” katanya berharap.
Mantan Bupati Asmat dua periode itu menjelaskan bahwa bantuan tersebut khusus diberikan kepada nelayan OAP karena bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Menurut dia, kebijakan itu bukan bersifat diskriminatif, melainkan amanat regulasi yang mewajibkan dana Otsus dikembalikan kepada Orang Asli Papua melalui berbagai program pemberdayaan.
“Kalau sumber dananya dari DAK atau sumber lain, tentu bantuannya bisa diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa melihat latar belakang. Kita semua punya hak yang sama,” ujar dia.
Pemprov Papua Barat Daya akan terus berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai kemampuan keuangan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di sektor perikanan maupun pertanian, lanjutnya.
Sebelumnya, Pemprov PBD juga telah menyalurkan bantuan perahu, mesin tempel, jaring nelayan, pupuk pertanian, serta alat pengolahan tanah kepada petani dan nelayan OAP.
“Semua ini dilakukan agar petani dan nelayan OAP tetap berdaya dan sejahtera,” kata Elisa Kambu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (P2KP) Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa menjelaskan bahwa 78 unit kotak pendingin tersebut disalurkan kepada kelompok nelayan OAP yang telah terdata dan memenuhi kriteria penerima manfaat.
“Karena bersumber dari Dana Otsus, seluruh penerimanya adalah nelayan Orang Asli Papua. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan bantuan serupa juga dapat menyasar nelayan dari berbagai latar belakang,” ujar Absalom.
Menurut dia, keberadaan kotak pendingin sangat penting untuk menekan biaya produksi nelayan, baik saat melaut maupun setelah pendaratan ikan.
“Dengan sistem penyimpanan yang lebih baik, kualitas ikan terjaga, harga jual meningkat, dan pendapatan nelayan ikut terdongkrak,” katanya.
Absalom menambahkan, pada tahun 2025 Dinas P2KP Papua Barat Daya memiliki sebanyak 37 paket bantuan senilai total Rp15 miliar yang tersebar di enam kabupaten dan kota.
“Paket bantuan tersebut mencakup fasilitas di bidang kelautan, pertanian, dan perkebunan yang seluruhnya diperuntukkan bagi masyarakat OAP,” ujar dia.
PBD salurkan 78 unit kotak pendingin kepada nelayan OAP
Jumat, 30 Januari 2026 16:51 WIB
Gubernur Elisa Kambu menyalurkan bantuan kotak pendingin kepada nelayan OAP di Jembatan Puri, Kota Sorong, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Semua ini dilakukan agar petani dan nelayan OAP tetap berdaya dan sejahtera
