Manokwari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Papua Barat menyebut bahwa 16 dari 20 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar sudah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Pelaksana tugas Kepala Dinkes Manokwari Marthen Rantetampang di Manokwari, Kamis, mengatakan SLHS dapat diterbitkan apabila SPPG memenuhi dua aspek utama, yaitu kelayakan dapur dan kondisi kesehatan seluruh pekerja.
"Jadi, sampai saat ini kami sudah terbitkan SLHS untuk 16 dapur dari 20 dapur yang terdaftar," kata Marthen.
Sebelum penerbitan SLHS, kata dia, masing-masing SPPG harus memenuhi izin kelayakan lingkungan (IKL) sebagai dapur yang menyediakan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana dipersyaratkan Badan Gizi Nasional.
Setiap dapur SPPG harus lebih proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan sebagai otoritas yang berwenang dalam melakukan penilaian berbagai aspek untuk menerbitkan sertifikat higienis.
"Kami tidak tahu alasan dari empat dapur SPPG yang belum mengajukan penilaian penerbitan SLHS. Harusnya penanggung jawab dapurnya proaktif," ucap Marthen.
Selain itu, kata dia, Satuan Tugas (Satgas) MBG Manokwari yang diketuai Wakil Bupati Mugiyono terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan keamanan menu makanan, kelayakan, serta standar gizi bagi penerima manfaat.
Tim teknis bidang kesehatan yang bertugas di puskemas, seperti tenaga sanitarian, survailens dan ahli gizi akan melaksanakan fungsi pengawasan secara berkala terhadap operasional semua SPPG dalam memproduksi MBG.
"Petugas kami di puskesmas yang melakukan monitoring rutin ke SPPG yang ada di wilayah kerja mereka," ucap Marthen.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026