Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Papua Barat, memfasilitasi pengembangan perkebunan kelapa sawit yang memanfaatkan lahan tandus di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage dengan total luasan kurang lebih sekitar 16.000 hektare.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan saat mengikuti rapat kerja bupati se-Papua Barat di Manokwari, Kamis, mengatakan pengembangan perkebunan sawit merupakan satu dari sembilan program strategis, yaitu Fakfak Nyaman Investasi.
“Lahan itu tandus dan tidak bisa ditanami komoditas pertanian lain, sehingga kami manfaatkan untuk lahan sawit,” kata Samaun.
Ia menjelaskan bahwa, pengembangan perkebunan sawit di Bomberay dan Tomage akan melibatkan investor dari Korea Selatan yang telah memantau langsung kondisi lahan tersebut, sekaligus menyatakan kesanggupan melakukan rekayasa lahan.
Kesempatan itu kemudian direspon oleh pemerintah kabupaten dengan menyelesaikan penyusunan dokumen analisa dampak lingkungan (amdal) sebagai persyaratan utama dalam merealisasikan investasi bidang perkebunan.
“Sampel tanahnya sudah dikirim investor ke Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk penelitian rekayasa agar bisa ditanami sawit,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa skema pembiayaan pengembangan perkebunan sawit berasal dari investor, namun setelah beroperasi pihak perusahaan wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal sebagai bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah kabupaten menargetkan investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi kelapa sawit, tetapi hilirisasi melalui pengolahan produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat setempat.
“Lahan itu area penggunaan lain (APL) yang sudah dibebaskan oleh pemerintah dan sekarang jadi milik masyarakat adat. Kami sudah selesaikan proses pelepasan adatnya,” ucap Samaun.
Menurut dia, optimalisasi operasional perkebunan kelapa sawit tentu akan bertahap, namun diprediksi dapat menyerap tenaga kerja kurang lebih sebanyak 2.000 hingga 2.500 orang sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Fakfak.
“Kalau semua persyaratan sudah tuntas, tahun ini mulai beroperasi. Di Distrik Bomberay juga ada kebun sawit seluas 18.000 hektare dan sekarang sudah mulai berproduksi,” katanya.
Fakfak fasilitasi pengembangan perkebunan sawit 16.000 hektare
Kamis, 16 April 2026 17:01 WIB
Bupati Fakfak Samaun Dahlan saat memaparkan materi dalam rapat kerja bupati se-Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan di Manokwari, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking
