Nabire (ANTARA) - Komandan Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Vivin Alvianto mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar menyerap beras petani lokal di Kabupaten Nabire, Papua Tengah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Brigjen Vivin di Nabire, Sabtu, mengatakan pihaknya menerima aspirasi dari kelompok tani Nabire soal hasil panen gabah (beras) yang belum terserap pasar.

“Kami mendapat masukan dari kelompok tani agar beras mereka bisa diserap untuk kebutuhan MBG. Ini akan kami sampaikan ke jajaran di atas,” kata Brigjen Vivin.

Danrem menyebut saat ini terdapat surplus produksi beras di Nabire sehingga sebagian hasil panen petani mengalami penumpukan.

Hal itu membuat beras petani di Nabire harus tersimpan dalam waktu lama dan tidak terserap pasar sehingga perlu dicarikan solusi. 

Menurut Danrem, salah satu kendala yang menghambat penyerapan beras lokal yaitu adanya standar jenis beras yang digunakan dalam program MBG, yakni beras dengan spesifikasi tertentu.

Untuk mengatasi hal itu, kata Danrem, butuh kebijakan khusus sehingga jenis beras yang ditanam petani Nabire dapat diserap oleh BGN. 

Brigjen Vivin menambahkan, ketersediaan beras di tingkat nasional saat ini juga dalam kondisi surplus sehingga peluang pemanfaatan beras lokal semakin terbuka.

“Beras Indonesia saat ini sedang surplus, sehingga kita akan upayakan agar beras di Nabire bisa dimanfaatkan untuk program MBG,” ujarnya.

Selain untuk program MBG,  beras lokal juga dapat disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) guna memperkuat distribusi dan pemasaran hasil pertanian masyarakat.

Danrem berharap langkah tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal di Papua Tengah.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026