Kokonao (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong meresmikan pengoperasian fasilitas Puskesmas Kokonao di ibu kota Distrik Mimika Barat sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah itu pada Senin (29/12/2025).
"Semoga Puskesmas Kokonao ini dapat digunakan untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," kata Bupati Rettob.
Kehadiran Puskesmas yang berstandar bagus di 'Kota Tua Kokonao' itu diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehahatan secara makasimal bagi seluruh masyarakat Kokonao dan sekitarnya.
Bupati menyebut Pemda Mimika terus berkomitmen mewujudkan pembangunan di segala bidang, termasuk di bidang kesehatan mulai dari kampung ke kota.
"Ini salah satu bukti bahwa kita mulai membuktikan pemerataan pembangunan dari kampung ke kota," kata Bupati Rettob yang juga lahir, besar dan bersekolah di Kokonao.
Peresmian fasilitas Puskesmas Kokonao ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Mimika, dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Rizal Ubra menyebut Puskesmas Kokonao dibangun sejak 2024 menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan nilai kontrak lebih dari Rp5 milar dari Pagu anggaran senilai Rp6 miliar.
Puskesmas Kokonao merupakan puskesmas rawat inap, dibangun di lokasi baru dari puskesmas lama.
Lokasi puskesmas lama bukan lahan milik pemerintah.
"Tanah itu peninggalan zaman Belanda, kemudian diizinkan oleh Keuskupan Jayapura dulu untuk membangun fasilitas kesehatan," jelas Reynold.
Seiring berjalan waktu, semua fasilitas umum milik pemerintah harus dibangun diatas lahan milik pemerintah.
Karena itu, masyarakat Kokonao dan Pemerintah Distrik Mimika Barat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) menyerahkan lahan kepada Dinkes Mimika untuk membangun puskesmas.
"Kami sangat berterima kasih, tanah ini seluas 100 × 75 meter persegi sehingga kami bangun fasilitas Puskesmas ini," ujarnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan dasar, Puskesmas Kokonao juga melayani rawat inap pasien, Ultarasonografi (USG) untuk ibu hamil dan pelayanan dasar lainnya.
Mulai 2026, Puskesmas Kokonao juga mengembangkan pelayanan dokter gigi.
"Di bulan Januari kami mulai seting alat-alatnya untuk masuk di APBD tahun 2026," kata Reynold.
Puskesmas Kokonao juga didukung dengan penerangan solar panel, instalasi pembuangan air limbah, pelayanan laboratorium, dan pelayanan farmasi.
"Sembilan jenis tenaga kesehatan yang ada di puskesmas ini juga sudah terpenuhi," ujarnya.
Sejak 2023 Puskesmas Kokonao sudah mengikuti proses akreditasi dasar.
Dinkes Mimika akan menambah jumlah rumah tenaga kesehatan, listrik solar panel, sarana internet, bentor untuk transportasi , juga membuat pagar puskesmas dan penambahan ruang rawat inap di bagian belakang.
