Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mendata kerusakan rumah dan bangunan yang diakibatkan oleh angin kencang disertai hujan yang terjadi beberapa hari terakhir hingga saat ini akibat cuaca ekstrem melanda daerah itu.
Kepala BPBD Flores Timur Fredic Moat Aeng yang dihubungi dari Kupang, Kamis, mengatakan beberapa laporan sudah masuk akibat cuaca ekstrem yang terjadi di kabupaten tersebut.
“Sudah ada sekitar 10 laporan yang sudah kami terima dan saat ini tim BPBD Flotim masih di lapangan untuk mendata kerusakan,” katanya.
Dari info, angin kencang dan hujan yang berdampak pada kerusakan rumah itu terjadi di dua kecamatan yakni Kecamatan Titehena dan Kecamatan Adonara Timur.
Dia menambahkan saat ini kerusakan yang terdata ada di Desa Watowara satu rumah, lalu di Kelurahan Ekasapta dua rumah, Kelurahan Sarotari Tengah satu rumah, Desa Leraboleng satu rumah, dan Adonara Timur satu rumah.
“Untuk bangunan sekolah sejauh ini belum ada laporan kerusakan, tetapi nanti akan kita update lagi,” ujar dia.
Fredic menambahkan sejumlah rumah yang rusak itu dikarenakan tertimpa pohon saat hujan dan angin menerjang beberapa wilayah tersebut.
Dia menyebut tim BPBD saat ini terus bergerak ke lokasi terdampak untuk mencari tahu kerusakan-kerusakan lain akibat cuaca ekstrem itu.
Warga yang rumahnya hancur, tambah dia, memilih untuk tinggal di rumah keluarganya, serta di balai desa yang tidak terdampak.
Selain tertimpa pohon, rumah-rumah yang lain juga atapnya terangkat karena kencangnya tiupan angin.
BPBD Flotim data kerusakan rumah warga akibat angin kencang
Jumat, 16 Januari 2026 10:44 WIB
Sebuah rumah di Flores Timur atapnya tertimpa pohon akibat cuaca buruk di daerah itu. ANTARA/HO-Lurah Adonara Timur
