Sorong (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah (Unamin) Sorong, Papua Barat Daya menargetkan menerima 1.500 calon mahasiswa baru tahun akademik 2026 untuk tujuh fakultas dan 20 program studi.
Rektor Unamin Sorong, Dr. Muhammad Ali di Sorong, Kamis, mengatakan pembukaan penerimaan mahasiswa baru diluncurkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-43 Unamin Sorong pada Januari ini.
“Penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 ini diperuntukkan bagi tujuh fakultas dengan 20 program studi jenjang S1, S2, S3, serta satu program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG),” ujar Muhammad Ali.
Pendaftaran mahasiswa baru dibuka dalam tiga gelombang yaitu gelombang pertama pada 6 Januari hingga 31 Mei 2026, gelombang kedua pada 2 Juni hingga 31 Juli 2026, serta gelombang ketiga pada 1 Agustus hingga 30 September 2026.
Ali mengatakan Unamin Sorong didirikan dengan tujuan utama mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua.
Momentum peringatan HUT ke-43 menjadi ajang refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan mencetak lulusan yang berkualitas, andal, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
“Sesuai kebijakan pemerintah, perguruan tinggi harus berdampak. Artinya, mahasiswa yang menyelesaikan studinya harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, pihaknya juga tengah mempersiapkan pembukaan satu program studi di bidang kesehatan di Kampus Unamin Sorong.
Program tersebut, diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan sektor kesehatan di Papua Barat Daya.
Ali mengakui minat calon mahasiswa yang mendaftar ke Unamin Sorong cukup tinggi. Namun, penerimaan mahasiswa tetap disesuaikan dengan rasio dosen dan mahasiswa yang ditetapkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
“Sering terjadi mahasiswa sudah terdaftar dan aktif di awal, tetapi di tengah perjalanan menjadi tidak aktif. Kondisi ini tetap dihitung dalam rasio LLDikti, sehingga berdampak pada keterbatasan penerimaan mahasiswa baru,” jelasnya.
Karena itu, Unamin mengusulkan kepada LLDikti agar perhitungan rasio tidak memasukkan mahasiswa yang sudah tidak aktif, sehingga perguruan tinggi memiliki ruang lebih luas dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Ketika mahasiswa banyak, kampus menambah dosen. Namun jika kemudian mahasiswa mengundurkan diri, dosen tentu tidak mungkin diberhentikan. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Barat Daya, Suardi Thamal menilai Unamin Sorong memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai lokal dan keberagaman Papua.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi, termasuk Unamin Sorong, dalam mendukung pembangunan SDM yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing di era global,” ujar Suardi.
Ia berharap momentum milad ke-43 sekaligus pembukaan penerimaan mahasiswa baru menjadi titik tolak untuk semakin memperkuat peran Unamin Sorong sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di Tanah Papua.
