Nabire (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, membekali 80 Calon Jamaah Haji (CJH) melalui kegiatan manasik haji terintegrasi sebagai upaya mematangkan kesiapan mereka dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara tertib, aman, dan khusyuk.
Kepala Kantor Kemenhaj Nabire Putra Aminudin di Nabire, Senin, mengatakan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten dilaksanakan selama lima hari pada 9-13 Februari 2026.
“Manasik ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada calon jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan baik, sehat, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat serta memperoleh haji mabrur,” kata Putra.
Ia menjelaskan peserta manasik berjumlah 80 orang yang terdiri atas 49 perempuan dan 31 laki-laki. Seluruh materi disampaikan oleh pembimbing haji yang telah memiliki sertifikasi resmi.
Menurutnya, materi manasik tidak hanya berupa teori, tetapi dilengkapi dengan praktik langsung agar jamaah benar-benar memahami tata cara dan rukun ibadah haji sesuai tuntunan.
Ia menambahkan manasik haji terintegrasi tahun ini mengusung tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan" sebagai komitmen menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jamaah.
“Kami ingin memastikan semua jamaah, termasuk lansia dan jamaah disabilitas, mendapatkan pembekalan yang cukup dan merasa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu ia juga mengimbau seluruh calon jamaah haji untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah, khususnya Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah, selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Pelaksanaan ibadah haji dilakukan di negara lain, sehingga jamaah diharapkan dapat menjaga sikap, saling membantu, dan mempererat persaudaraan,” katanya.
Putra menyebutkan calon jamaah haji asal Nabire akan tergabung dalam Kloter 27 Papua dan dijadwalkan masuk Embarkasi Makassar pada 10 Mei 2026.
Secara keseluruhan, jamaah haji dari Tanah Papua dibagi ke dalam tiga kloter, yakni Kloter 27, 29, dan 31, dengan masing-masing kloter berjumlah 393 orang dari seluruh wilayah Papua.
Ia menambahkan jumlah calon jamaah haji asal Nabire tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 115 orang. Penentuan kuota haji di Provinsi Papua dilakukan secara berurutan se-Tanah Papua berdasarkan nomor pendaftaran, bukan per kabupaten.
“Jamaah dari Nabire merupakan pendaftar sejak Juni hingga Oktober 2013, sehingga telah menunggu sekitar 13 tahun untuk dapat berangkat haji,” katanya.
Melalui pelaksanaan manasik haji terintegrasi tersebut, Kemenhaj Nabire berharap seluruh calon jamaah haji memiliki bekal pengetahuan, kesiapan fisik, dan mental sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar.
Kemenhaj Nabire bekali calon haji dengan manasik terintegrasi
Selasa, 10 Februari 2026 10:49 WIB
Manasik haji untuk calon jamaah haji yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (9/2/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan
