Nabire (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menghadirkan aplikasi dan situs internet Nabiremuslim.com sebagai media dakwah dan informasi keislaman berbasis digital guna memperkuat pembinaan umat serta ukhuwah Islamiyah di daerah itu.
Ketua MUI Nabire KH Rohimin Abdul Rahman, di Nabire, Sabtu, mengatakan peluncuran platform tersebut merupakan upaya MUI memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai sarana dakwah yang lebih mudah diakses masyarakat.
“Sekaligus sebagai upaya MUI Kabupaten Nabire dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, informasi keislaman, dan penguatan ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Nabire,” katanya.
Ia menjelaskan aplikasi dan website Nabiremuslim.com juga diharapkan dapat menghadirkan keseragaman penentuan waktu shalat di masjid-masjid di Kabupaten Nabire, sekaligus meningkatkan peran MUI dalam pembinaan umat berbasis teknologi informasi.
MUI Nabire menerima wakaf berupa platform digital tersebut dari anggota DPRP Papua Tengah Ardi untuk dikelola sebagai sarana dakwah, penguatan ukhuwah, serta penyebaran informasi keagamaan yang akurat bagi masyarakat.
Menurut dia, aplikasi dan website itu dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi kegiatan organisasi kemasyarakatan Islam maupun dewan kemakmuran masjid (DKM).
Selain itu, platform tersebut juga memudahkan pengurus DKM dalam menyusun jadwal penceramah, baik untuk Ramadhan maupun khatib shalat Jumat.
“Masyarakat juga bisa mendapat informasi terkini penceramah yang ada di seluruh masjid di Nabire,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menyampaikan apresiasi atas kehadiran platform digital tersebut karena dinilai sejalan dengan perkembangan transformasi digital yang menuntut penyampaian dakwah lebih relevan dan mudah diakses umat.
“Di era transformasi digital saat ini, dakwah dan informasi keislaman harus mampu menjangkau umat dengan cara yang relevan dan mudah diakses,” katanya.
Ia berharap kehadiran Nabiremuslim.com dapat menjadi media yang menyajikan berbagai informasi seperti jadwal shalat, jadwal imsakiyah, kajian keislaman, artikel edukatif, informasi kegiatan masjid hingga program sosial keumatan.
Menurut dia, platform tersebut merupakan langkah maju dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah yang mencerahkan sekaligus memperkuat persatuan umat Islam di daerah itu.
“Saya berharap platform ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, ruang silaturahmi digital, dan ruang penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat, damai, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
