Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia menggandeng Yayasan Rumsram guna mewujudkan Kabupaten Mimika yang bebas perilaku buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) pada 2027.
Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK Feri Magai Uamang di Timika, Selasa, mengatakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat menghadapi tantangan besar sehingga membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
“Selain Runsram, kami juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan pembagian peran secara jelas, apa yang menjadi tugas pemerintah dan apa yang dikerjakan oleh YPMAK. Dengan demikian, persoalan kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat dapat ditangani dengan baik,” kata Feri.
Ia menjelaskan, Yayasan Rumsram sebagai mitra YPMAK telah memiliki pengalaman dalam menangani program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika selama satu tahun terakhir.
Menurut dia, pelatihan fasilitator STBM tingkat kampung yang dilaksanakan Yayasan Rumsram diharapkan mampu mendorong terwujudnya kampung-kampung yang sehat dan bebas dari perilaku BABS.
Direktur Yayasan Rumsram Ishak Matarihi mengatakan pihaknya dipercaya YPMAK untuk menangani program STBM di kampung-kampung wilayah pesisir dan pegunungan Mimika sejak 2024.
Ia menjelaskan, program STBM merupakan program Kementerian Kesehatan yang mencakup lima pilar, yakni stop BABS atau ODF, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT), pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Target kami pada 2027 Mimika sudah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Untuk pilar lain akan dilakukan secara bertahap. Hari ini kami berdiskusi dengan melibatkan pemerintah daerah terkait strategi pelaksanaannya,” ujarnya.
Ishak menyebutkan pada 2026, dari 18 kampung yang menjadi wilayah intervensi program STBM, lima kampung telah dipersiapkan menjadi kampung bebas ODF, yakni Kampung Ohtya di Distrik Mimika Timur Jauh, Kampung Amungun dan Kampung Emkomahalama di Distrik Agimuga, serta Kampung Aikawapuka dan Kampung Mioko di Distrik Mimika Tengah.
“Setiap program tentu memiliki tantangan, namun kami terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka,” kata Ishak.
YPMAK gandeng Yayasan Rumsram wujudkan Mimika bebas BABS pada 2027
Selasa, 10 Februari 2026 17:21 WIB
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK Feri Magai Uamang membuka acara pelatihan fasilitator STMB Kampung di Timika, Selasa (10/2/2026). ANTARA/Marsel Nara Balawanga
