Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat memastikan video viral di media sosial TikTok yang memuat pernyataan Gubernur Dominggus Mandacan memberi dukungan penyaluran Dana bantuan Australia (DAP) bagi umat Kristen adalah hoaks.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Barat Frans P Istia di Manokwari, Selasa, mengatakan gubernur tidak pernah mengeluarkan pernyataan dukungan kepada pihak manapun terkait penyaluran bantuan dimaksud.
“Video yang beredar itu tidak benar dan menyesatkan. Gubernur tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana narasi yang beredar di TikTok,” kata Istia.
Menurut dia, konten tersebut merupakan rekayasa dengan narasi provokatif yang membangun opini negatif di tengah umat Kristen, dan berpotensi membenturkan masyarakat dengan pemerintah daerah.
Penyebaran informasi palsu tersebut merusak reputasi pribadi dan jabatan gubernur sebagai kepala daerah, menggangu stabilitas pemerintah daerah, serta menimbulkan persepsi negatif masyarakat.
“Biro Hukum Setda Papua Barat tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menempuh langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik gubernur,” ujarnya.
Dia mengimbau agar seluruh masyarakat di wilayah Papua Barat lebih bijak menyaring informasi dari media sosial, dan tidak mudah mempercayai konten-konten yang belum terverifikasi kebenarannya.
Masyarakat pengguna media sosial diharapkan untuk tidak ikut menyebarluaskan konten dimaksud, karena pemerintah daerah akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Klarifikasi ini kami sampaikan agar masyarakat mengetahui, video viral di TikTok itu tidak benar. Gubernur tidak pernah menyampaikan pernyataan itu,” ucap Istia.
