Manokwari (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari, Papua Barat memperketat pengamanan malam takbiran dengan mengerahkan 105 personel untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Manokwari Inspektur Polisi Satu Nurfah Tajong di Manokwari, Jumat, mengatakan personel telah disebar ke sepanjang ruas jalan yang akan dilalui peserta takbir keliling.
“Supaya uforia takbir keliling bisa berjalan aman, lancar, dan tertib. Kita ketahui bersama bahwa ada beberapa titik yang rawan kecelakaan,” ujar Nurfah.
Menurut dia, pengamanan merupakan bagian dari upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti konvoi kendaraan yang melanggar ketentuan.
Personel kepolisian juga disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah didirikan dalam rangka Operasi Ketupat Mansinam 2026 dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat.
“Supaya takbir keliling berjalan tertib, maka kami lakukan patroli pengawalan selain dari personel yang sudah ditempatkan sepanjang jalan di dalam kota,” ujarnya.
Selain itu, ujarnya, jajaran Satlantas Polresta Manokwari akan menerapkan rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan RTP Borasi, guna mendukung kelancaran Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3).
"Besok beberapa ruas jalan seperti di RTP Borarsi akan dialihkan sementara, sampai dengan selesainya shalat baru dibuka kembali," ucap Nurfah.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manokwari Muhammad Mansyur mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat sehingga takbir keliling menyambut Lebaran dapat terlaksana.
Seluruh jamaah yang mengikuti takbir keliling telah diimbau agar mengikuti seluruh protokol keamanan dari aparat kepolisian sehingga tidak terjadi kecelakaan selama pelaksanaan konvoi kendaraan.
"Termasuk tidak boleh menggunakan kendaraan dengan bunyi knalpot bising," kata Mansyur.
