Timika (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero Cabang Timika, Papua Tengah, memperkirakan arus balik Lebaran di Pelabuhan Pomako terjadi pada awal April 2026
Kepala Pelni Cabang Timika Sigit Sujatmoko di Timika, Kamis, mengatakan PT Pelni menyediakan tiga armada kapal, yakni KM Tatamailau, KM Sirimau, dan KM Sabuk Nusantara untuk mendukung angkutan arus balik Lebaran.
"Arus balik diperkirakan terjadi pada 3 April dan 7 April. Tanggal 3 April ada KM Tatamailau dari Pelabuhan Bitung, tanggal 7 April ada KM Sirimau dari Pelabuhan Kupang. Selanjutnya, tanggal 10 April ada KM Sabuk Nusantara," kata dia.
Ia memperkirakan tidak ada lonjakan penumpang yang akan terjadi pada arus balik Lebaran kali ini .
"Kami memprediksi jumlah penumpangnya hampir sama dengan arus mudik. Pada arus mudik, tiga kapal itu mengangkut kurang lebih 2.000 penumpang," ujarnya.
Ia mengingatkan kepada seluruh penumpang arus balik dapat memanfaatkan kuota program stimulus diskon 30 persen harga tiket untuk penumpang kapal Pelni yang masih tersedia sebelum program tersebut resmi berakhir pada 5 April mendatang.
"Untuk diskon 30 persen pada arus balik terakhir di tanggal 21 Maret kemarin masih tersisa kuota 28 persen dari 100 persen yang disiapkan. Batas terakhir pada tanggal 5 April," ujarnya.
Sigit juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika yang hendak melakukan pelayaran arus balik Lebaran agar membeli tiket di loket resmi milik PT Pelni guna mencegah aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kami menyarankan untuk langsung memesan tiket melalui aplikasi resmi Pelni Mobile. Ini untuk mencegah masyarakat terhindar dari penipuan," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa melalui aplikasi tersebut, warga dapat melihat harga dan ketersediaan tiket.
Bagi warga yang ingin membeli tiket secara langsung, disarankan untuk membeli tiket di loket resmi Kantor Pelni.
“Warga tinggal mengunduh aplikasi tersebut di telepon seluler dan memesan tiket melalui Pelni Mobile,” katanya.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026