Nabire, Papua Tengah (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa untuk memastikan Rumah Susun (Rusun) ASN di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tak cacat desain.

"Pak, nanti kalau masih ada 'defect design'-nya jangan diterima. Ini profesional, jangan diterima (kalau ada cacat desain)," kata Gibran kepada Gubernur Meki Nawipa dan jajaran saat meninjau Rusun ASN di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Senin.

Saat meninjau langsung unit kamar dan fasilitas bangunan, Wapres menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan rusun karena sudah berjalan baik.

Namun, Gibran menekankan bahwa pada masa pemeliharaan hingga Juni 2027, seluruh kekurangan yang masih ditemukan harus segera diperbaiki secara menyeluruh dan dituntaskan sebelum proses serah terima kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dilakukan.

Wapres menekankan kembali dengan tegas kepada pemerintah daerah, termasuk Gubernur Meki Nawipa yang akan menempati kantor dan hunian tersebut untuk tidak ragu menolak saat bangunan diserahterimakan jika ditemukan cacat desain (defect design).

Gibran menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar kualitas sejak perencanaan hingga pelaksanaan.

Menurut Gibran, ketelitian dalam memastikan kualitas desain dan konstruksi menjadi kunci agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal, aman dan berkelanjutan bagi para ASN yang akan menempati.

"Desainnya sudah sesuai Pak? Desainnya sudah oke? Kan nanti yang menempati Pak Gubernur," kata Gibran kepada Gubernur Meki Nawipa.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menerima paparan dari Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah Meda Kilian terkait progres pembangunan dan fasilitas rusun bagi ASN Papua Tengah.

Setiap kamar di rusun tersebut terdiri atas dua kamar, yakni kamar utama dan kamar anak yang terdapat dua kasur tingkat, kemudian dilengkapi dengan ruang tamu, area cuci, dapur, kamar mandi dan meja makan.

Rusun tersebut dibangun dengan dua menara yang mencakup 44 unit masing-masing dalam satu menara sehingga totalnya ada 88 unit.

"Untuk fasilitasnya, di lantai satu ada ruang pengelola, ada gudang, ada ruang panel, toilet umum, dan janitor. Untuk lantai dua sendiri, 16 kamar, dan lantai tiga ada 16 kamar," kata Meda.

Meda memaparkan bahwa setiap unit hunian telah dilengkapi dengan berbagai perabot untuk menunjang kenyamanan penghuni, mulai dari tempat tidur berukuran 160 cm, tempat tidur susun untuk kamar anak, lemari dua pintu dan satu pintu, hingga meja makan, meja tamu, sofa, dan satu set kursi.

Dengan kelengkapan tersebut, seluruh unit rusun telah dalam kondisi "full furnish" dan siap dihuni.

Selain itu, unit pada lantai satu diprioritaskan bagi penyandang disabilitas guna memastikan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas bagi seluruh penghuni.

Peninjauan ini menjadi rangkaian akhir kunjungan kerja Wapres di Nabire, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Timika untuk agenda berikutnya di Papua Tengah.

Turut hadir dalam peninjauan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Tengah Petrus Waine dan Bupati Nabire Mesak Magai.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Papua Tengah diminta pastikan Rusun ASN tak cacat desain

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026