Sorong (ANTARA) - Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyebut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya saat ini baru menjangkau kawasan pusat kota dan belum merata hingga daerah terpencil.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut sebelumnya telah berjalan di sejumlah titik, namun dalam satu bulan terakhir sempat dihentikan sementara.
“Kurang lebih ada empat titik di jantung kota yang sudah berjalan, tetapi sempat dihentikan. Kami masih menunggu kejelasan dari pemerintah pusat terkait penghentian tersebut,” kata Petronela di Sorong, Senin.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan pada prinsipnya siap melaksanakan berbagai program nasional, termasuk MBG, Koperasi Merah Putih, serta program cetak sawah yang telah mulai dijalankan di daerah itu.
Namun, kata dia, tantangan utama dalam implementasi MBG adalah menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses.
“Saat ini program baru berjalan di pusat kota, sementara untuk daerah terpencil belum tersentuh,” ujarnya.
Petronela menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, Program MBG direncanakan kembali berjalan dalam waktu dekat.
“Kami mendapat informasi bahwa minggu depan program ini akan diaktifkan kembali,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, Program MBG telah menyasar sejumlah sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Ia merinci, untuk tingkat SMA terdapat sekitar empat sekolah, SMP sekitar enam sekolah, sementara SD menjadi yang terbanyak dan hampir seluruhnya berada di wilayah pusat kota.
“Untuk taman kanak-kanak (TK) saat ini belum mendapatkan penyaluran Program MBG,” ujarnya.
Dia berharap ke depan distribusi Program MBG dapat diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026