Nabire (ANTARA) - Sebanyak 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua Tengah kembali beroperasi untuk melayani kebutuhan gizi pelajar dan kelompok 3B (ibu menyusui, ibu hamil, dan balita) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah Nalen Situmorang di Nabire, Selasa, mengatakan sebelumnya terdapat 11 dari 33 SPPG yang sempat dihentikan sementara operasionalnya.
“Namun sejak 4 April, enam SPPG sudah kembali beroperasi, sehingga 28 SPPG kini sudah melayani program MBG,” ujarnya.
Ia menjelaskan enam SPPG yang kembali aktif tersebut terdiri atas lima unit di Nabire dan satu unit di Mimika.
Sementara itu, masih terdapat lima SPPG yang belum kembali beroperasi dan seluruhnya berada di Kabupaten Mimika, karena masih dalam proses pembenahan.
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memperkuat kolaborasi guna menyukseskan program MBG di Papua Tengah.
Ia mengingatkan perlunya langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan pangan seiring bertambahnya jumlah SPPG.
“Di Nabire yang baru memiliki 14 SPPG saja sudah mulai terjadi kelangkaan bahan makanan. Jangan sampai program MBG justru memicu inflasi di daerah,” ujarnya.
Saat ini, jumlah SPPG di Papua Tengah tercatat sebanyak 33 unit yang tersebar di tiga kabupaten, yakni 14 unit di Nabire, satu unit di Deiyai, dan 18 unit di Mimika.
Ke depan, BGN berencana menambah pembangunan SPPG di lima kabupaten lain yang belum memiliki fasilitas tersebut, termasuk penambahan unit di Deiyai.
Menurut Nalen, pengembangan SPPG di wilayah tersebut masih terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat, karena sebagian besar lokasi masuk kategori wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 28 SPPG di Papua Tengah kembali layani program MBG
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026