Timika (ANTARA) - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto menyebut pengungkapan kasus ladang ganja di sejumlah daerah di pedalaman Papua baru-baru ini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan nasional.
"Narkoba adalah paradoks dari pembangunan dan kesejahteraan Papua. Ini bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional," kata Letjen Lucky Avianto di Timika, Sabtu.
Pangkogabwilhan III mengajak seluruh elemen dan eksponen bangsa di bumi Cenderawasih ini untuk bersama-sama menyatakan perang total terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Papua.
"Gerakan ini harus menjadi perang badar semesta yang melibatkan segenap elemen dan eksponen bangsa di bumi Cenderawasih," kata Lucky.
Sehubungan dengan itu, pada Kamis (14/5), Pangkobabwilhan III bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kaskogab Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, dan para pejabat utama Kogabwilhan III lainnya menyambangi masyarakat di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kabupaten Pegunungan Bintang yang berada di wilayah ketinggian dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini (PNG) sering dijadikan area penanaman ganja.
Pangkogabwilhan III mendapati kenyataan memilukan bahwa warga setempat "dipaksa" oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk menanam ganja hingga di pekarangan rumah warga.
"Ternyata masyarakat juga dijadikan sasaran peredaran barang haram tersebut, yang sengaja diperjualbelikan kepada anak-anak muda Papua," ujarnya.
Menyikapi kondisi itu, TNI meningkatkan intensitas dan jangkauan pengamanan wilayah diperluas. Para prajurit ditugaskan untuk masuk lebih dalam ke belantara rimba, lembah atau bukit di bawah kaki pegunungan, yang terindikasi menjadi lokasi budidaya ganja.
"Kami kembali menemukan fakta yang lebih menyayat hati, di mana sejumlah warga mengaku diintimidasi oleh kelompok separatis OPM untuk menanam ganja di sekitar pekarangan rumah mereka sendiri," ujar Lucky.
Dalam kunjungan ke Oksibil Papua Pegunungan itu, Pangkogabwilhan III bersama jajaran melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba, sekaligus menyebarkan foto daftar pencarian orang (DPO) tokoh-tokoh TPNPB-OPM yang menjadi otak di balik maraknya budidaya ganja di tanah Papua.
Sosialisasi tersebut tidak saja menyasar para orang tua dan mama-mama Papua, tetapi juga kalangan anak-anak dan orang-orang muda agar paham tentang bahaya narkoba sejak usia dini.
Pangkogabwilhan III bersama rombongan juga membagikan tas sekolah, buku tulis dan cemilan untuk anak-anak di Oksibil.
"Langkah taktis ini menjadi komitmen nyata kami dalam mengawal Astacita Presiden Prabowo Subianto soal seruan tentang perang total terhadap peredaran narkotika," ujar Letjen Lucky.
Pangkogabwilhan III memberikan apresiasi kepada para prajurit TNI yang berhasil mengungkap penemuan hampir 2.000 batang pohon ganja di wilayah Pegunungan Bintang dan daerah lainnya di Papua.
"Dedikasi luar biasa Satgas TNI tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga telah menyelamatkan masa depan ribuan generasi muda Papua. Prajurit TNI akan terus berdiri tegak, bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam perang badar melawan narkoba," kata Letjen Lucky Avianto.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026