Nabire (ANTARA) - Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, Papua Tengah mengerahkan 26 petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban guna menjamin kesehatan hewan tersebut menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di daerah setempat.
Kepala Dinas Peternakan Nabire drh I Dewi Ayu Dwita di Nabire, Sabtu, mengatakan para petugas akan disebar ke masjid-masjid untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.
“Pada H-1 Idul Adha mereka akan ke masjid-masjid melakukan pemeriksaan ante-mortem atau pemeriksaan sebelum dipotong,” katanya.
Ia menjelaskan pemeriksaan ante-mortem untuk memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan, seperti memeriksa suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kulit, hingga tanda-tanda penyakit menular.
Setelah penyembelihan dilakukan, kata dia, petugas kembali melaksanakan pemeriksaan post-mortem terhadap organ dalam hewan kurban.
“Pemeriksaan post-mortem dilakukan untuk memeriksa bagian organ dalam yang terindikasi tidak normal ataupun terinfeksi penyakit,” ujarnya.
Ia mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan daging hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Petugas juga telah dibekali pelatihan pemeriksaan kesehatan hewan, termasuk mengenali tanda-tanda penyakit dalam pemeriksaan ante-mortem maupun post-mortem.
“Kalau ditemukan hewan yang tidak sehat, petugas akan berkoordinasi dengan dinas dan dokter hewan untuk penanganannya,” katanya.
Ia menambahkan apabila ditemukan penyakit ringan, daging hewan masih dapat dikonsumsi setelah penanganan tertentu. Namun, jika penyakit tergolong berat dan berbahaya maka hewan tersebut harus dimusnahkan dan tidak boleh dikonsumsi.
Ia mengakui pengerahan puluhan petugas dilakukan karena Kabupaten Nabire masih mengalami kekurangan dokter hewan sehingga pihaknya memaksimalkan tenaga yang tersedia.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memastikan hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Berdasarkan data sementara dari 61 DKM dan MUI, jumlah hewan kurban di Nabire diperkirakan mencapai lebih dari 300 ekor dan sebagian besar berupa sapi.
“Sebagian sapi kurban didatangkan dari Kabupaten Waropen karena populasi sapi di Nabire mengalami penurunan,” katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026