Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan tujuh unit layanan internet satelit (Starlink) guna mendukung pelayanan penerbitan dokumen administrasi kependudukan (adminduk), khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Papua Barat dr Ria Maria Come di Manokwari, Kamis, mengatakan pengadaan fasilitas tersebut menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung kelancaran percepatan layanan adminduk.

"Provinsi akan melakukan intervensi layanan penerbitan adminduk ke kabupaten, terutama daerah yang masih blank spot (tak tersedia layanan). Upaya jemput bola akan maksimal karena ada layanan itu," kata Ria.

Menurut dia, penggunaan produk itu tidak hanya memudahkan pelayanan adminduk, tetapi juga mendorong peningkatan cakupan perekaman hingga penerbitan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu keluarga, kartu identitas anak, akta kelahiran, dan lainnya.

Fasilitas dimaksud dapat dimanfaatkan oleh Disdukcapil tujuh kabupaten di Papua Barat yang akan melaksanakan kegiatan jemput bola (jebol) ke wilayah 3T untuk memberikan pelayanan adminduk kepada masyarakat, sehingga progres perekaman data kependudukan berjalan lancar sesuai ekspektasi.

"Ini bisa dipakai oleh teman-teman kabupaten yang mau melaksanakan kegiatan jebol ke kampung-kampung," jelas Ria.

Saat ini, kata dia, perekaman KTP-el di Papua Barat mencapai 340.396 jiwa atau 85,42 persen dari 398.491 jiwa wajib memiliki KTP-el, kemudian 185.534 atau 97,93 persen kartu keluarga, kartu identitas anak 42,20 persen, dan 50,19 persen akta kelahiran.

Realisasi perekaman KTP-el tersebar di Kabupaten Manokwari sebanyak 132.777 jiwa, Fakfak 60.139 jiwa, Teluk Bintuni 50.415 jiwa, Kaimana 39.047 jiwa, Teluk Wondama 25.018 jiwa, Manokwari Selatan 19.606 jiwa, dan Pegunungan Arfak 13.394 jiwa.

"Daerah yang capaian perekaman KTP-el terendah menjadi prioritas pelaksanaan intervensi dari provinsi, seperti Pegunungan Arfak," kata Ria.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026