Semarang (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana Kemitraan PT Freeport Indonesia membangun komitmen bersama dengan Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih), mitra YPMAK dalam pelaksanaan program pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas akademik dan non akademik peserta penerima beasiswa.
Ketua Pengurus YPMAK Dr Leonardus Tumuka di Semarang, Selasa (26/8), mengatakan kunjungan Pengurus YPMAK ke Binterbusih untuk mendengarkan dan mengajak lembaga mitra, bersama-sama membenahi kualitas penerima beasiswa agar menjadi lebih baik.
"Kita sedang melakukan upaya perbaikan membenahi kualitas beasiswa. Kami meminta dukungan Binterbusih untuk sama-sama mendukung pembenahan ini," kata Leonardus.
Dia mengatakan, membangun komunikasi dengan lembaga mitra menjadi penting agar bersama-sama mencari hal-hal apa saja yang menjadi kelemahan dan kekurangan dalam program beasiswa.
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Pemantauan dan Evaluasi (Monitoring dan Evaluasi/Monev) Hendaotje Watory memberikan apresiasi kepada Yayasan Binterbusih atas dukungan untuk bersama-sama mendorong peningkatan kualitas penerima beasiswa.
"Binterbusih ini mitra kami yang menangani beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa. Mereka juga punya keinginan yang sama dengan kami sehingga kualitas penerima beasiswa ditingkatkan," ujarnya.
YPMAK telah menyiapkan buku pedoman beasiswa yang nanti disosialisasikan kepada Yayasan Binterbusih dan Yayasan Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara. Dua mitra itu disebut sebagai mitra besar yang mengelola dan mengontrol mahasiswa penerima beasiswa YPMAK.
Ketua Yayasan Binterbusih Pascalis Abner menyebut upaya-upaya yang baik untuk kebaikan bersama di masa depan tentu akan didukung.
Pascalis mengatakan peserta beasiswa berasal dari latar belakang keluarga dan kondisi sosial yang berbeda, sehingga harus dipertimbangkan secara matang dan mencari jalan keluar jika mereka tidak berprestasi, tidak langsung diberhentikan beasiswa-nya.
"Kita mau supaya semua anak-anak yang mendapatkan beasiswa ini punya prestasi di kemudian hari," kata Pascalis.
YPMAK sudah lama bermitra dengan Yayasaan Binterbusih yaitu sejak 1997. Terdapat sekitar 400 peserta beasiswa yang saat ini ditangani oleh Yayasan Binterbusih Semarang mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Pascalis mengakui ada banyak tantangan yang dihadapi dalam membina para pelajar dan mahasiswa peserta program beasiswa YPMAK. Meski demikian, Yayasan Binterbusih tetap berkomitmen untuk memajukan sumber daya manusia dari Mimika terutama putra-putri Suku Amungme Kamoro agar kelak mereka harus menjadi tuan di atas tanahnya sendiri.
"Supaya mereka kemudian hari menjadi pelita bagi masyarakatnya," kata Pascalis.
Pembina Yayasan Binterbusih Paulus Sudibyo menyebut ada empat poin penting yang harus ditingkatkan untuk mendorong kualitas penerima beasiswa, diantaranya yaitu akademik, karakter, keterampilan dan iman. Empat hal ini telah dikembangkan oleh Binterbusih dalam membina dan membimbing anak-anak peserta beasiswa.
Tantangan yang dihadapi dalam membina peserta beasiswa YPMAK adalah penerima beasiswa merasa bahwa beasiswa yang didapatkan merupakan haknya sehingga tidak menjadikan beasiswa sebagai alat untuk berjuang meraih prestasi.
"Banyak anak-anak menikmati beasiswa tidak menjadikan beasiswa sebagai alat perjuangan untuk meningkatkan kualitasnya tapi mereka menikmati, santai dan daya juang-nya kurang," tutur Paulus.
YPMAK dan Binterbusih komitmen dorong peningkatan kualitas penerima beasiswa
Kamis, 28 Agustus 2025 17:15 WIB

Pengurus dan Pembina Yayasan Binterbusih foto bersama Pengurus YPMAK saat melakukan kunjungan di Kantor Yayasan Binterbusih di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/8/2025). (ANTARA/Marsel Balawanga)