Aimas (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) fokus meningkatkan kualitas guru Bahasa Inggris dan Matematika melalui bimbingan teknis sebagai bagian penting memperkuat kompetensi pendidik di wilayah itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolof Kambuaya, di Sorong, Jumat, mengatakan peningkatan kualitas guru bidang studi ini sangatlah penting untuk mendukung tumbuh kembang pengetahuan dan kualitas anak didik di setiap satuan pendidikan.
"Supaya anak menjadi berkualitas maka kapasitas guru harus diperkuat yang nantinya bisa mentransfer pengetahuan itu kepada anak-anak didik," jelasnya usai membuka kegiatan bimbingan teknis di Aimas, Kabupaten Sorong.
Dia mengatakan, meskipun kewenangan provinsi dalam mengelola pendidikan masih terbatas sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua, namun upaya untuk meningkatkan kualitas guru tetap menjadi prioritas.
"Kita tetap mengambil peran melalui fungsi pembinaan dan pengawasan. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan pelatihan seperti bimtek ini," jelasnya.
Walaupun demikian, kata dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD hadir untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan memberikan manfaat nyata bagi guru.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus memperjuangkan peninjauan kembali regulasi kewenangan pendidikan di Tanah Papua agar pembagian tugas antar-level pemerintahan menjadi lebih jelas dan efektif.
"Saya harap narasumber mampu memberi penyegaran kompetensi kepada guru supaya bisa meningkatkan ilmu ajar kepada siswanya," ujarnya.
Dia memastikan kegiatan serupa akan tetap terselenggara di tahun mendatang sehingga transformasi pendidikan di PBD dapat berjalan semakin terarah dan berkelanjutan.
Ketua Panitia Pujianto mengatakan bahwa kegiatan bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari ke depan ini diikuti 200 guru yang terdiri atas guru Matematika 100 orang dan Bahasa Inggris 100 orang.
"Guru-guru ini berasal dari enam kabupaten kota yang memang belum pernah mengikuti pelatihan ini," katanya.
Sementara nara sumber diambil dari orang yang memiliki kompetensi di bidangnya, yakni Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Efrida Fadla, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Suriel Semuel Mofu, Dosen FKIP Pendidikan matematika UNCEN atas nama Dr.Bettisari Napitupulu dan Melky Moai dari LSM.
