Manokwari (ANTARA) - Polda Papua Barat menyatakan proaktif mendukung distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menekan harga beras di pasar dan menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat Papua Barat.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Yosi Muhamartha di Manokwari, Selasa, mengatakan bantuan pendistribusian SPHP sebagai langkah mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo dalam penguatan ketahanan pangan.
“Polda Papua Barat hari ini melakukan pendistribusian SPHP serentak bersama seluruh Polda di seluruh Papua dalam membantu stabilisasi harga pangan,” katanya.
Ia menjelaskan, Polda Papua Barat ditargetkan membantu distribusi 940 ton beras SPHP di tujuh kabupaten di Papua Barat yaitu Teluk Wondama sebanyak 25 ton, Teluk Bintuni 20 ton, Pegunungan Arfak 10 ton, Manokwari 500 ton, Kaimana 60 ton, Manokwari Selatan 25 ton, dan Fakfak 300 ton.
“Dalam dua bulan terakhir, Polda Papua Barat telah mendistribusikan 279,8 ton pada tahap pertama dan tahap kedua hari ini kami distribusikan 128,5 ton,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi beras Papua Barat hanya mencapai 20.729 ton per tahun, sementara kebutuhan-nya mencapai 58.764 ton.
Dengan demikian, terdapat defisit 38.035 ton yang harus dipenuhi dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan pangan 587.665 penduduk.
Salah satu tantangan distribusi SPHP adalah keterbatasan gudang Bulog yang hanya ada di Manokwari dan Fakfak.
Karena itu, pihaknya mengusulkan pemerintah membangun gudang Bulog di Teluk Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.
“Kami memohon pemerintah pusat mempercepat pembangunan gudang Bulog di daerah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan. Polda dan pemerintah daerah siap menyediakan lahan,” ujarnya.
Ia juga menilai kualitas beras SPHP kategori medium cukup baik dan terbukti menekan harga beras premium di pasaran.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Polda Papua Barat turut menjual beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, di bawah HET yakni Rp67.500.
Kepala Bulog Manokwari Sheika Irawaty mengatakan target penjualan SPHP tahun ini mencapai 7.694 ton untuk menjaga stabilitas harga beras di Papua Barat.
“Tingginya target ini bertujuan menjaga stabilitas harga. Kehadiran SPHP memberi alternatif bagi masyarakat ketika harga beras naik,” ujarnya.
Ia memastikan masyarakat tetap memiliki pilihan dalam membeli beras, baik premium maupun medium, sehingga gejolak harga dapat diminimalkan.
Polda Papua Barat bantu distribusi SPHP untuk tekan harga beras
Rabu, 10 Desember 2025 6:36 WIB
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Yosi Muhamartha saat melepas distribusi beras SPHP untuk lima kabupaten di Gudang Bulog Manokwari, Selasa (9/12/2025). ANTARA/Ali Nur Ichsan
