Timika (ANTARA) - Program Bank Sampah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah di Distrik Mimika Baru menghasilkan pendapatan senilai Rp20 juta lebih dari penjualan sampah.

Kepala Distrik Mimika Baru Joel Daniel Luhukay, di Timika, Rabu, mengatakan sejak diluncurkan di Mimika Baru program ini berjalan optimal di dua lokasi bank sampah di Jalan Petrosea dan Lapangan Jayanti, Kota Timika.

"Setelah empat bulan program ini diluncurkan sejak 2025, kami membeli sampah dari masyarakat lalu kami jual di Bank Sampah Induk di Jalan Irigasi dan hasilnya sekitar Rp20 juta," katanya.

Ia mengatakan saat ini program Bank Sampah di Mimika Baru masih berjalan efektif di mana petugas Bank Sampah datang ke kelurahan dan membeli sampah dari masyarakat.

"Meskipun pekerjaan pokok mereka membeli dan memilah sampah, para petugas juga setiap Jumat terlibat dalam aksi pembersihan di lingkungan kelurahan" ujarnya.

Joel menyebut jumlah petugas Bank Sampah di Mimika Baru sebanyak 26 orang terdiri atas empat orang sopir, 20 karyawan pengangkut sampah, dan dua orang petugas keamanan. Para pekerja Bank Sampah ini digaji sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan dilindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dalam melaksanakan pekerjaannya, petugas bank sampah juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

"Setiap hari mereka berkeliling di wilayah Mimika Baru mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WIT untuk membeli dan mengangkut sampah. Makanya sekarang wilayah Mimika Baru mulai kelihatan bersih," kata Joel.

Ia mengatakan sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah, sampah organik dan plastik dibawa ke gudang sedangkan limbah langsung dibuang di tempat pembuangan sampah.

Ia menambahkan, saat ini petugas Bank Sampah juga terlibat dalam pembersihan jalan-jalan di dalam Kota Timika guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri

"Karena pihak ketiga belum menandatangani kontrak kerja sama, jadi petugas kami yang tangani untuk sementara ini. Sebanyak 24 orang turun setiap pukul 06.00 sampai pukul 10.00 WIT untuk membersihkan sampah. Setelah itu mereka kembali ke Bank Sampah untuk melakukan pengelolaan sampah," ujarnya.

Ia mengatakan tahun ini Pemerintah Distrik Mimika Baru berencana membeli mesin pencacah sampah untuk mendukung pelaksanaan program bank sampah di Mimika Baru.
 



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026