Timika (ANTARA) - Bupati Mimika, Papua Tengah Johannes Rettob menyebut sampah yang menutup saluran drainase di Kota Timika menjadi pemicu rumah warga terendam air banjir saat hujan deras beberapa hari lalu.
"Saya pergi cek ke beberapa titik lokasi banjir. Masalah utamanya hanya satu yaitu hampir semua aliran drainase dalam Kota Timika tersumbat oleh tumpukan sampah. Ini ulah dari perilaku warga sendiri yang tidak tertib membuang sampah sehingga banjir terjadi di mana-mana," kata John Rettob di Timika, Jumat.
Faktor lain pemicu banjir menggenangi rumah warga Timika yaitu karena ulah oknum warga yang menutup saluran drainase dengan bangunan di atasnya.
"Saya mendapatkan kiriman video dari warga, di lokasi itu sebetulnya sudah ada drainase, tapi penuh dengan sampah. Lalu ada rumah yang berdiri persis di atas saluran drainase. Ini akan kami bongkar," kata mantan Wakil Bupati Mimika periode 2019-2024 itu.
Menanggapi aksi warga Jalan Ahmad Yani Timika yang beberapa waktu lalu viral di dunia maya lantaran menjadikan ruas jalan sebagai kolam pemancingan karena tergenang air saat hujan, Bupati Rettob mengatakan Dinas PUPR Mimika sudah mengecek ke lokasi itu.
Dari hasil pengecekan Dinas PUPR Mimika, diketahui saluran pembuangan air sengaja ditutup warga dengan cara dicor dengan semen sehingga ruas jalan tersebut tergenang saat musim hujan.
"Petugas sudah bongkar cor-an itu sehingga sekarang sudah tidak ada lagi genangan air," ujarnya.
Pemkab Mimika dalam waktu dekat akan menerbitkan surat edaran kepada warga Timika agar tidak membangun dan mendirikan bangunan rumah di atas Daerah Aliran Sungai (DAS).
Dinas PUPR setempat juga akan membangun saluran drainase pada lokasi pemukiman warga yang belum tersedia pembuangan air saat musim hujan.
"Itu akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan pembangunan," ucap John Rettob.
Memasuki bulan Mei, wilayah Kota Timika dan sekitarnya kerap diguyur hujan lebat terutama pada siang hingga malam hari.
Curah hujan dengan intensitas tinggi di Kota Timika terjadi pada Senin (4/5/2026) petang hingga malam dan Rabu (6/5/2026) siang hingga petang memicu banjir di sejumlah kawasan pemukiman warga.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026