Nabire (ANTARA) - Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Tengah terus menyiapkan para peserta yang akan mengikuti ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV tingkat nasional di Manokwari, Papua Barat.
Ketua Umum LPPD Papua Tengah Silwanus Sumule di Nabire, Senin, mengatakan keikutsertaan Papua Tengah dalam ajang Pesparawi tidak hanya sekadar memenuhi partisipasi, tetapi juga menjadi momentum membangun citra dan kepercayaan diri daerah di tingkat nasional.
“Sebagai daerah otonomi baru, kita memastikan kontingen yang dikirim memiliki kualitas, kesiapan, dan karakter yang mencerminkan Papua Tengah sebagai daerah yang rukun dan berbudaya,” ujar Silwanus yang juga menjabat Pj Sekda Papua Tengah saat membuka Rakor LPPD.
Ia menjelaskan Pesparawi merupakan ajang pembinaan seni musik gerejawi yang juga menjadi sarana mempererat persatuan serta memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan Pesparawi sebagai bagian dari upaya pembinaan kehidupan beriman dan penguatan karakter budaya daerah.
LPPD Papua Tengah menggelar rakor untuk menghasilkan langkah konkret, seperti penyusunan struktur kontingen, pembagian peran dukungan pemda, rencana kerja yang terukur, serta perencanaan anggaran yang realistis dan akuntabel.
Silwanus mengatakan LPPD berperan sebagai pelaksana utama dalam proses pembinaan peserta, sementara Pemerintah Provinsi Papua Tengah bertindak sebagai fasilitator melalui dukungan kebijakan, koordinasi, dan pembiayaan.
“Pemprov akan mendukung pembiayaan keberangkatan kontingen ke Manokwari, Papua Barat, sebagai tuan rumah pelaksanaan Pesparawi,” katanya.
Peserta Pesparawi Papua Tengah berasal dari tiga kabupaten, yakni Mimika, Nabire, dan Puncak. Mereka akan mengikuti 12 kategori lomba dalam Pesparawi.
Untuk itu, Silwanus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar seluruh proses persiapan berjalan efektif, terukur, dan tidak tumpang tindih.
“Pembagian peran harus jelas, baik dari provinsi maupun kabupaten, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan tertib administrasi, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pembinaan peserta harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak hanya siap menghadapi ajang saat ini, tetapi juga untuk kompetisi di masa mendatang.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta yang telah terseleksi agar disiplin mengikuti pelatihan sehingga mampu tampil optimal dan membawa nama baik Papua Tengah.
“Pesparawi bukan hanya soal suara yang merdu, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat iman, membangun kebersamaan, dan menyuarakan nilai kasih dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan semua pihak, LPPD Papua Tengah optimistis kontingen yang dikirim mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik di tingkat nasional.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026