Nabire (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Papua mencatat Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sukses diterapkan di Papua Tengah.

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Papua Sarles Brabar di Nabire, Kamis, mengatakan pada 2025 Program Genting di Papua Tengah mampu melampaui target dengan capaian lebih dari 100 persen.

“Target sasaran Program Genting di Papua Tengah tahun 2025 adalah 1.103 anak berisiko stunting dan terealisasi 1.148 anak atau 104,1 persen,” katanya.

Ia mengatakan lima dari delapan kabupaten di Papua Tengah mencatat capaian di atas 100 persen.

Lima kabupaten tersebut adalah Nabire dari target 283 anak terealisasi 497 anak atau 175,6 persen, Deiyai dari target 103 anak terealisasi 183 anak atau 177,7 persen.

Kabupaten Puncak dari target 54 anak terealisasi 104 anak atau 192,6 persen, Mimika dari target 26 anak terealisasi 30 anak atau 115,4 persen, serta Dogiyai dari target 17 anak terealisasi 36 anak atau 211,8 persen.

Atas capaian itu pada tahun ini, kata dia, target intervensi Program Genting di Papua Tengah ditingkatkan menjadi 1.388 anak berisiko stunting.

Ia menjelaskan Program Genting merupakan salah satu dari lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan gotong royong lintas sektor.

Program ini mempertemukan donatur sebagai orang tua asuh dengan keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna memberikan bantuan nutrisi maupun non-nutrisi dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Sarles, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas, individu, lembaga pemerintah, hingga sektor swasta dan BUMN melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Genting ini adalah gerakan, artinya harus melibatkan banyak pihak. Ini bukan menggunakan anggaran negara, tetapi menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membantu percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan Program Genting mendorong para donatur untuk memberikan dukungan asupan gizi selama tiga bulan kepada anak berisiko stunting, sekaligus melakukan pendampingan dan pengawasan bersama keluarga penerima manfaat.

“Komitmen kelanjutan Program Genting sudah disetujui gubernur yang telah menandatangani surat edaran agar bupati di Papua Tengah melaksanakan Program Genting di daerah masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak melalui pendekatan Pentahelix, melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan media, sehingga intervensi dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.
 



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026