Anggi (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, menyebut keterbatasan jaringan internet menjadi kendala utama dalam proses pengusulan revitalisasi terhadap sembilan dari 13 unit pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdik Pegunungan Arfak Yosias Ullo di Anggi, Sabtu, mengatakan pengunggahan dokumen administrasi yang mensyaratkan penandaan lokasi sering tidak akurat saat diverifikasi.

"Titik koordinat lokasi (tagging) tidak sesuai ketika diverifikasi kementerian, karena internet sering tidak stabil. Ini yang jadi kendala utama kami di Pegunungan Arfak," kata Yosias.

Ia berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dapat memberikan kebijakan afirmatif atas kendala teknis tersebut, sehingga pemanfaatan kuota program revitalisasi PAUD berjalan lancar sesuai ekspektasi.

Pemerintah daerah juga telah mendapat dukungan dari masyarakat adat terkait syarat lainnya dalam pengusulan revitalisasi PAUD di seluruh Tanah Papua, yaitu dokumen pelepasan hak ulayat atas lokasi yang akan dilakukan pembangunan.

"Kepala suku dan masyarakat adat antusias sambut program revitalisasi. Kami harapkan ada solusi dari kementerian soal masalah titik koordinat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian wilayah dari sepuluh distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak hingga kini belum terkoneksi dengan jaringan internet atau tergolong daerah blank spot yang kemudian memengaruhi usulan revitalisasi.

Pemanfaatan program revitalisasi melalui solusi afirmatif berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan anak sejak usia dini di Pegunungan Arfak sekaligus menjawab keterbatasan daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

"Ada tiga bangunan PAUD yang disiapkan oleh pemerintah daerah di Distrik Sururey, Distrik Minyambouw, dan Distrik Anggi," ujarnya.

Saat ini, kata dia, empat dari 13 PAUD yang masuk dalam program usulan revitalisasi, telah menandatangani berita acara di Jakarta beberapa waktu lalu setelah dinyatakan lolos tahap verifikasi dan validasi oleh Kemendikdasmen.

Pemerintah daerah mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan pengembangan mutu dan kualitas PAUD melalui program revitalisasi guna menjawab keterbatasan penyediaan infrastruktur fisik.

"Empat PAUD itu tersebar di Distrik Anggi tiga unit, dan Distrik Membey satu unit. Ini pertama kalinya Pegunungan Arfak dapat revitalisasi," kata Yosias.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026