Anggi (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, terus mengupayakan 14 dari 45 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut segera memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sebagai identitas resmi.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdik Pegunungan Arfak Yosias Ullo di Anggi, Jumat, mengatakan NPSN menjadi syarat penting mendapatkan akses berbagai program dan bantuan pendidikan dari pemerintah.
"Sekarang ini ada 31 PAUD yang sudah punya NPSN, sehingga kami mendorong sisanya dalam proses pengajuan," katanya.
Menurut dia, proses penerbitan NPSN untuk PAUD dilakukan bertahap sesuai mekanisme, mulai dari kepemilikan izin operasional, tercatat pada aplikasi Dapodik, lolos verifikasi dan validasi, kemudian diajukan ke kementerian.
Pihaknya terus melakukan pendampingan kepada pengelola PAUD yang belum memiliki NPSN untuk melengkapi seluruh dokumen syarat administrasi sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Tahun 2026 ini kami ajukan penerbitan NPSN untuk empat PAUD yang berlokasi di Distrik Hingk, Taige, Sururey, dan Anggi Gida," ucap Yosias.
Menurut dia, penyebaran PAUD belum merata ke sepuluh distrik atau kecamatan di Pegunungan Arfak karena beberapa tahun silam dilakukan penutupan sejumlah PAUD dengan alasan keterbatasan tenaga pendidik kompeten.
Pemerintah kabupaten kemudian mengalokasikan anggaran beasiswa bagi 23 guru PAUD tamatan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu di Sekolah Tinggi Erikson-Tritt Manokwari.
"Pemerintah daerah menargetkan tahun 2028, sudah ada sarjana PAUD. Dari sepuluh distrik, hanya Distrik Catubouw yang belum ada PAUD," kata Ullo.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026