Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengajak warga Kampung Minabua, Distrik Mimika Baru, mencegah tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah itu.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika Yohana Arwan di Timika, Selasa, mengatakan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan harus menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, dan juga seluruh pemangku kepentingan di wilayah itu.
"Kekerasan terhadap anak dan perempuan ini tidak hanya terjadi di tengah keluarga, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal dan juga lingkungan," kata Yohana pada kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pencegahan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat, menurutnya, menjadi upaya mengajak keterlibatan masyarakat bersama pemerintah daerah untuk mencegah dan melaporkan tindakan kekerasan yang terjadi pada anak.
"Kami merasa sangat perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama kita menjaga dan mencegah kekerasan pada anak dan juga perempuan," ujarnya.
Masyarakat diminta agar berperan aktif untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan terjadi tindakan kekerasan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Direktur Pusat Bantuan Mediasi Gereja Kristen Injili (GKI) Jake Merril Ibo mengingatkan kepada para orang tua agar tidak menormalkan tindakan kekerasan anak yang terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Kita juga harus mampu memutuskan bahwa kekerasan terhadap anak itu hal biasa," ujarnya
Pencegahan kekerasan terhadap anak, lanjutnya, butuh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, gereja, lembaga adat, dan juga seluruh pemangku kepentingan lainnya.
"Perlu ada koordinasi dan sinkronisasi dalam melakukan pencegahan kekerasan. Karena persoalan anak adalah persoalan bersama sehingga dibutuhkan koordinasi dengan semua pihak" ujarnya
Ia mendukung langkah pemerintah yang terus melakukan edukasi dan mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan terhadap kekerasan anak.
"Melalui momen ini kita perlu ada satu sistem kolaborasi yang dapat menangani kekerasan anak secara optimal. Jadi kalau ada kekerasan terhadap anak itu siapa yang melapor, siapa yang mendampingi, dan siapa yang melakukan pemulihan. Ini harus jelas." ujarnya
Kepala Kampung Minabua Pinus Tabuni menyebutkan melalui kegiatan ini masyarakat Kampung Minabua dapat memahami dan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat.
Para orang tua dan tokoh yang hadir pada kegiatan ini, kata dia, diharapkan ikut menjaga dan melindungi anak-anak dari tindakan segala tindakan kekerasan.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026