Sorong (ANTARA) - PT PLN membidik 19 kampung di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, sudah teraliri listrik pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi hingga wilayah terpencil.
Bupati Maybrat Karel Murafer dalam keterangan yang diterima di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa, menyambut baik langkah PLN yang mulai melakukan survei awal pembangunan jaringan listrik di sejumlah kampung di Distrik Aifat Timur dan Distrik Mare Selatan.
"Saya memberikan apresiasi kepada Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi Papua Barat Daya dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong yang bersama tim melakukan survei awal di wilayah tersebut," kata Karel.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Maybrat yang belum menikmati layanan listrik secara memadai sehingga menjadi tantangan dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, dia meminta dukungan masyarakat untuk menjaga keamanan dan mendukung pelaksanaan program listrik masuk kampung.
"Kunjungan dua manajer PLN ke Kampung Faan Kahrio di Distrik Aifat Timur dan Kampung Sire di Distrik Mare Timur. Saya pastikan keamanan terjamin karena masyarakat sangat membutuhkan listrik yang selama ini belum mereka nikmati," ujarnya.
Bupati mengatakan pemerintah daerah berkolaborasi dengan TNI dan Polri menjamin keamanan selama proses pembangunan infrastruktur kelistrikan, terutama di wilayah yang dianggap rawan.
"Kami berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mengawal pekerjaan kontraktor mulai dari penebangan pohon, pengecoran tiang listrik hingga pemasangan kabel. Pemerintah menjamin keamanan bersama TNI-Polri serta dukungan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Barat Daya, Erwinton Naibaho mengatakan pembangunan jaringan listrik tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Maybrat kepada pemerintah pusat.
Menurut dia, anggaran pembangunan jaringan listrik di 19 kampung tersebut telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Awalnya kami sudah melakukan survei di Distrik Aifat Timur, meliputi Kampung Sori, Sabah, dan Faan Kahrio, serta beberapa kampung di Distrik Mare Timur dan Mare Selatan," katanya.
Erwinton menjelaskan pembangunan kelistrikan tahap pertama akan dimulai pada 2026 dengan cakupan 19 kampung yang tersebar di Kabupaten Maybrat.
Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif mendukung pembangunan jaringan listrik agar program tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi warga.
"Maybrat menjadi daerah yang memperoleh distribusi pembangunan listrik terbanyak di Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2026, sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan," ujarnya.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong, Deni Muhammad Abrar mengatakan kunjungan ke Maybrat bertujuan memastikan kesiapan lokasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Menurut dia, PLN berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan listrik bagi kampung-kampung yang selama ini belum terjangkau layanan kelistrikan.
"Secara teknis pembangunan akan dilakukan secara bertahap, namun kami berkomitmen penuh untuk mendukung program elektrifikasi di Kabupaten Maybrat," katanya.
Deni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat atas dukungan yang diberikan terhadap rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di daerah tersebut.
"Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemerataan akses listrik di Kabupaten Maybrat," ujarnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026