Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga kepala desa dan aparat kampung untuk memverifikasi dan validasi data penerima manfaat Kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Selasa, mengatakan akurasi data penerima manfaat Kelompok 3B menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.

"Data yang akurat merupakan fondasi utama agar bantuan dan intervensi gizi diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Karena itu setiap data penerima manfaat harus melalui proses verifikasi dan validasi di lapangan," katanya.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak mulai dari BKKBN, kader posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah desa, hingga aparat kampung, diperlukan untuk memastikan identitas, alamat, dan status penerima manfaat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pihaknya tidak menginginkan adanya data fiktif maupun data ganda yang dapat mengurangi hak masyarakat yang membutuhkan layanan Program MBG.

"Kami tidak menginginkan adanya data fiktif atau data ganda yang dapat mengurangi hak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam proses verifikasi dan validasi data 3B," ujarnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini jumlah penerima manfaat Program MBG untuk Kelompok 3B di Kabupaten Nabire telah mencapai sekitar 1.200 orang yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurut dia, jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya kapasitas pelayanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Nabire.

BGN Nabire menargetkan 14 dapur SPPG yang aktif di daerah itu mampu melayani hingga 12.000 penerima manfaat Kelompok 3B dalam beberapa tahap pelaksanaan program.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penguatan sistem pendataan sehingga setiap dapur SPPG dapat melayani sekitar 500 penerima manfaat Kelompok 3B atau total sekitar 7.000 orang pada tahap awal pengembangan layanan.

Ia mengatakan langkah perbaikan data tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Nabire.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader lapangan, dan pemerintah kampung, BGN Nabire berharap kualitas data penerima manfaat semakin baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga Program MBG memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN libatkan BKKBN hingga kepala desa verifikasi data MBG 3B di Nabire

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026