Manokwari (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya meningkatkan literasi keuangan syariah bagi 310 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melalui program SICANTIK atau Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman di Manokwari, Rabu  mengatakan, peningkatan literasi keuangan menjadi penting agar pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Kita semua dihadapkan pada maraknya fenomena yang menawarkan investasi ilegal dengan cara flexing harta kekayaan,” kata Budi.

Kegiatan edukasi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari rangkaian program Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah 2026 yang bertujuan memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di daerah.

Penyelenggaraan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan akan mengurangi potensi kerugian akibat masyarakat kurang memahami metode pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk investasi berbasis prinsip syariah yang legal.

“Pengetahuan pengelolaan keuangan dan produk investasi yang legal dapat mencegah masyarakat mengalami kerugian,” ujar Budi.

Budi mengatakan, terdapat empat modus utama penipuan aktivitas keuangan ilegal di Provinsi Papua Barat, yaitu penawaran pendanaan, duplikasi penawaran investasi yang berizin, jasa periklanan dengan deposit awal, dan skema money game.

“Berdasarkan data pada sistem Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), laporan keuangan ilegal di Manokwari dengan nilai kerugian mencapai Rp20,44 miliar,” ucap Budi.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Papua Barat Prima Anggraeni mengapresiasi pelaksanaan edukasi dan sosialisasi karena dapat memperkuat kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga.

Pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah harus ditopang dengan kemampuan kaum perempuan dalam memahami seluruh produk sehingga tidak mudah terjebak dengan modus penipuan.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah membantu perempuan mengakses produk layanan syariah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya memfasilitasi pembukaan sekitar 250 rekening tabungan emas bagi para peserta kegiatan.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026