Sorong (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah zona merah.
Langkah ini diambil imbas dari kejadian penyerangan terhadap empat orang tenaga kesehatan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT yang menewaskan dua orang korban.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tambrauw, Karel Nauw di Sorong, Senin, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama kepala bidang, pengawas, dan kepala sekolah serta para guru dari distrik yang terdampak konflik.
“Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dan merumuskan strategi pelaksanaan proses belajar mengajar di daerah konflik,” kata Karel.
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 16 sekolah mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMA/SMK yang berada di distrik zona merah, antara lain di wilayah Subun, Fef, Bamusbama, Bamuswaiman, Baun, Yembun, Selewok, dan sekitarnya.
Menurut Karel, keselamatan dan kenyamanan tenaga pendidik menjadi prioritas utama sebelum kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.
“Tuntutan utama para guru adalah adanya jaminan keamanan. Kami berharap semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah kampung, dan aparat keamanan, turut memberikan perlindungan bagi guru yang bertugas di wilayah tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara, Disdikbud Tambrauw akan menerapkan sistem pembelajaran luar jaringan (luring).
Dalam skema ini, tambah dia, guru memberikan tugas kepada siswa secara berkala, misalnya satu hingga beberapa kali dalam sepekan, agar proses pendidikan tetap berjalan meski tanpa tatap muka langsung.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan opsi bagi orang tua yang merasa kondisi keamanan belum memungkinkan untuk menyekolahkan anaknya di daerah asal.
“Jika orang tua menilai wilayahnya belum aman, anak dapat dititipkan bersekolah di daerah yang lebih aman, seperti di Sorong atau Manokwari, sambil menunggu situasi membaik,” kata Karel.
Ia menambahkan, pihak dinas masih akan menggelar pertemuan lanjutan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan guna membahas perlindungan sekolah di zona merah.
Saat ini, kata dia, seluruh sekolah di wilayah terdampak masih diliburkan. Kondisi tersebut bertepatan dengan masa libur Idul Fitri, sehingga aktivitas belajar mengajar belum berjalan.
Disdikbud Tambrauw juga belum mengizinkan guru kembali bertugas ke wilayah konflik setidaknya hingga Maret dan April 2026, sambil menunggu adanya kepastian keamanan dari pihak berwenang.
“Selama belum ada jaminan keamanan, kami belum dapat mengizinkan guru kembali ke lokasi. Namun proses pendidikan tetap dilakukan melalui sistem luring,” ujarnya.
Karel berharap seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tambrauw turut bertanggung jawab menjaga keamanan agar kegiatan pendidikan dapat segera pulih.
“Pendidikan membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap guru dapat bekerja dengan tenang sehingga upaya mencerdaskan anak-anak Tambrauw tetap berjalan,” katanya.
Disdikbud Tambrauw pastikan KBM sekolah di zona merah tetap jalan
Senin, 23 Maret 2026 17:53 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tambrauw menggelar rapat koordinasi dengan kepala sekolah, kepala bidang, pengawas dan para guru di Tambrauw, Senin (23/3/2026). ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
