Sorong (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) membangun 11 rumah baru layak huni dan merehabilitasi 105 unit yang diperuntukkan bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di kawasan Saoka, Kota Sorong sebagai komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Elisa Kambu di Sorong, Senin, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Program ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan masyarakat, khususnya OAP, dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi rumah tersebut telah dilaksanakan sejak tahun anggaran 2025 dan seluruhnya rampung pada akhir tahun dan telah dilakukan peresmian serta penyerahan kunci kepada masyarakat penerima manfaat pada 29 Maret 2026.
Selain diperuntukkan sebagai hunian, kata dia, beberapa rumah juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, seperti rumah pastori.
"Program ini didanai melalui berbagai sumber, tidak hanya dari dana Otonomi Khusus (Otsus), tetapi juga dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta sumber penerimaan sah lainnya," jelasnya.
Diversifikasi sumber anggaran ini, menurut gubernur, menjadi langkah strategis dalam memperluas manfaat program pembangunan bagi masyarakat.
Menurut dia, rumah memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga. Hunian yang layak dinilai mampu menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi tempat tumbuh kembang generasi masa depan Papua.
“Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat membangun kehidupan, berdoa, dan mempersiapkan generasi emas Papua. Dengan rumah yang layak dan fasilitas seperti listrik, masyarakat dapat hidup lebih baik dan fokus pada pendidikan anak-anak mereka,” katanya.
Dia mengatakan, proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kualitas konstruksi serta kebutuhan dasar penghuni, termasuk akses terhadap sanitasi dan air bersih.
"Hal ini penting untuk memastikan rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga sehat dan berkelanjutan," ucapnya.
Dia menargetkan program pembangunan dan rehabilitasi rumah bagi OAP dapat terus dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga terkait untuk memperluas jangkauan program di masa mendatang.
"Dengan adanya program ini, kualitas hidup masyarakat Papua Barat Daya semakin meningkat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah," harapnya.
